Headline Pos Kupang Hari Ini

Astaga! Gagal Raih Suara Terbanyak, Caleg di Pulau Flores Blokir Jalan

Caleg dari Partai Golkar itu meminta bantuan keluarganya menurunkan pasir dan batu di 10 lokasi berbeda.

Astaga! Gagal Raih Suara Terbanyak, Caleg di Pulau Flores Blokir Jalan
POS KUPANG/GORDI DONOVAN
Satu unit eksavator menggusur pasir dan batu yang ditumpuk untuk menutup jalan di wilayah Desa Maropokot, Kabupaten Nagekeo, Rabu (24/4/2019). Pemblokiran jalan diduga dilakukan keluarga salah satu caleg DPRD Kabupaten Nagekeo yang gagal meraih suara terbanyak. 

Warga RT 01 Dusun 01 Desa Maropokot, Sulistia (43) juga senang karena akses jalan yang sempat diblokir sudah dibuka. Menurutnya, warga sudah kembali beraktivitas normal. Kendaraan bermotor sudah bisa melintas dan warga sudah merasa aman.

Dugaan Politik Uang, Bawaslu Mabar Minta Klarifikasi Saksi Ahli Dari Kupang

"Situasi aman disini. Kami senang sekali. Ada hikmahnya memang, jalan tambah bagus. Karena material yang ada diratakan. Sehingga jalan tersebut sudah bagus saat ini," ujar Sulistia saat ditemui, kemarin.

Ia mengharapkan agar tidak ada lagi kejadian serupa. "Kemarin saja kami sulit ambil air. kebetulan adik-adik disini yang jual air tangki. Karena jalan masuk mobil tidak bisa. Sekarang sudah bisa," tambahnya.

Warga lain, Minda (42) menyampaikan kepada Pemda Nagekeo, Danramil Aesesa, Kapolsek Aesesa dan Danspol Angkatan Laut yang sudah menjamin keamanan warga di Desa Maropokot. "Terima kasih sudah dibuka akses jalan di sini. Kami memang aman-aman saja. Terima kasih," ujarnya singkat.

Ahmad Dhani Dikabarkan Lolos Jadi Wakil Rakyat Meski Statusnya Terdakwa

Sekretaris DPD II Partai Golkar Nagekeo, Kristianus Dua Wea mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait pemblokiran jalan di Desa Nangadhero dan Desa Maropokot.

Menurut Kris, informasi yang beredar, pemblokiran jalan diduga dilakukan oleh keluarga caleg Partai Golkar, Achmad Tujuh.

"Setelah dikonfirmasi bahwa ternyata bukan karena kalah dalam pileg tapi ada persoalan lain sehingga asumsi masyarakat timbul karena gagal merebut kursi di DPRD Nagekeo. Asumsi itu wajar saja, apalagi persoalannya hampir berdekatan dengan pemilu," ujar Kris saat ditemui di Mbay.

Tiga Orang Gadis Asal Matim Diamankan Polres Mabar, Diduga Terjerat Jaringan Human Trafficking

Kris mengungkapkan, dia diminta Kapolres untuk bertemu Achmad Tujuh. "Saya memastikan untuk ketemu Pak Achmad. Prinsip saya itu diselesaikan dan rasa nyaman masyarakat itu kemudian kembali mereka dapatkan. Saya ingin mari kita diskusikan supaya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar," ujar Kris

Ia menerangkan bahwa persoalannya sudah selesai. Jalan yang ditimbun material sudah dibuka dan tidak ada persoalan lagi. "Saya atas nama Partai Golkar menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu. Saya yakin dan percaya Pak Achmad bukan politisi baru, ini politisi senior yang sudah sangat memahami seluk beluk dan filosofi sebuah pertarungan," ujarnya.

Kris mengatakan, Partai Golkar siap memfasilitasi segala proses yang ada. Golkar tidak lepas tangan dengan persoalan ini.

Halaman
1234
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved