Headline Pos Kupang Hari Ini

Astaga! Gagal Raih Suara Terbanyak, Caleg di Pulau Flores Blokir Jalan

Caleg dari Partai Golkar itu meminta bantuan keluarganya menurunkan pasir dan batu di 10 lokasi berbeda.

Astaga! Gagal Raih Suara Terbanyak, Caleg di Pulau Flores Blokir Jalan
POS KUPANG/GORDI DONOVAN
Satu unit eksavator menggusur pasir dan batu yang ditumpuk untuk menutup jalan di wilayah Desa Maropokot, Kabupaten Nagekeo, Rabu (24/4/2019). Pemblokiran jalan diduga dilakukan keluarga salah satu caleg DPRD Kabupaten Nagekeo yang gagal meraih suara terbanyak. 

Warga Desa Nangadhero, PA mengatakan, saat sejumlah orang datang menurunkan material pasir dan batu, warga sekitar hanya menonton. "Kami hanya nonton saja, jumlah mereka lebih dari 10 orang. Mereka keluarga dari salah satu calon anggota DPRD Nagekeo dari dapil 1," ujar PA.

Jalan yang ditutup merupakan akses utama bagi warga Desa Maropokot dan Nangadhero. Meski bukan satu-satunya jalan, namun jalur tersebut merupakan yang paling dekat dan mudah. Jalur lain ada tapi sangat jauh dan perjalanan harus memutar.

VIDEO: Cari Tahu 6 Zodiak yang Cepat Tersinggung dan Marah, Pasangan Kamu Termasuk?

Warga Desa Maropokot lainnya, IY mengatakan, penutupan akses jalan tersebut dampak dari kekecewaan caleg karena gagal meraih suara terbanyak.
"Saat mereka kasih turun material saya ada di tempat. Mereka yang turun material saya kenal baik. Mereka itu adalah keluarga dari salah satu keluarga dari salah satu calon anggota DPRD Nagekeo," sebut IY.

Kepala Desa Nangadhero, Mohammad Roslang membenarkan ada penutupan jalan tersebut. Namun demikian dia belum mengetahui dari mana dan siapa yang menutup jalan itu. "Saat kejadian itu saya lagi di luar. Saya tahu ada laporan dari warga," ujar Roslang saat dikonfirmasi, Kamis (25/4/2019).

Menurut Roslang, pihaknya mencarikan solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan pemblokiran jalan. Ia mengambil langkah untuk menenangkan masyarakat dan tidak merespon secara berlebihan.

Keinginan Tak Dituruti Sang Kekasih, Pria 17 Tahun Asal Manggarai NTT Ini Bunuh Diri di Kos-kosan

"Saya kira ini adalah insiden yang dilakukan oleh orang-orang tertentu atau pihak-pihak tertentu katakan saja oknum tertentu yang seluruhnya adalah bagian dari luapan emosi mereka. Kemudian ini adalah sesuatu yang membuat masyarakat tidak nyaman. Masyarakat kita itu merasa tidak nyaman dan kita menterjemahkan ini sebagai bagian dari luapan emosi nggak bisa ini kemudian kita terlalu responsif," ujar Roslang.

Roslang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Nangadhero dan sekitarnya. Saat ini situasi dan kondisi sangat kondusif dan aman. Tidak ada hal-hal yang menonjol terjadi di Nangadhero.

Lebih lanjut Roslang menjelaskan, material pasir dan batu yang ditimbun di beberapa lokasi di wilayah Nangadhero sudah diratakan dengan menggunakan eksavator.

Logistik Untuk PSU di Malaka Sudah Siap

Demikian juga di Desa Maropokot. Satu unit eksavator milik Pemda Nagekeo melakukan pembongkaran tumpukan material di Kampung Selayar, Rabu malam.
Material pasir menutup akses jalan di wilayah RT 01, Kompleks Pelabuhan Marapokot.

Setelah digusur, jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan bermotor. Warga Maropokot, PA mengaku senang karena Pemda Nagekeo cepat tanggap untuk mengatasi persoalan tersebut. "Kami senang saja. Semoga mereka yang memuat material dan memblokir jalan tidak ulang lagi," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved