Mahasiswi Kupang Ditabrak Kereta Api

Novi Ungkap Percakapan dengan Marlony Natonis Sebelum Diseret Kereta Api

Novi Natonis ungkap percakapan dengan Marlony Natonis sebelum terseret kereta api

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
Istimewa/Tribunjogya
Polisi melakukan oleh TKP mahasiswa asal Kupang yang tertabrak kereta api di Kalasan pada Senin (25/3/2019). 

Novi Natonis ungkap percakapan dengan Marlony Natonis sebelum terseret kereta api

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Novi Natonis kakak kandung Marlony Natonis, mahasiswi Poltekes Kemenkes yang meninggal di Yogyakarta akibat terseret kereta api membeberkan percakapannya dengan Marlony sebelum naas menimpa Marlony.

Di rumah duka, Desa Penfui Timur, RT 03, Selasa (26/3/2019) kepada POS-KUPANG.COM, Novi menuturkan, sebelum berangkat ke Yogyakarta, 30 Januari 2019, ia berpesan kepada Marlony supaya jaga kesehatan.

Pemerkosa Anak Kandung di Sikka Cabut Banding

"Waktu mau berangkat, kami sekeluarga, ayah-ibu kakak-adik antar Marlony ke Bandara El Tari. Yah pesan dari kami waktu itu intinya dia bisa jaga kesehatan, atur makan dan minum baik-baik," ungkap Novi.

Selama berada di Yogyakarta, kata Novi, hampir setiap hari Marlony menghubungi keluarga, melalui telepon atau videocall.

Diduga Korupsi ADD, Kepala Desa Loke Diserahkan ke Jaksa

Kata Novi, Marlony adalah sosok pribadi penyayang. "Dia selalu rindu sayang dengan adik-adiknya, kalau dia keluar jauh, pasti dia akan selalu tanya kabar adik-adiknya," ungkap Novi.

Terakhir Marlony menghubungi keluarga Sabtu (24/3/2019). Kepada keluarga Marlony mengatakan kalau dirinya ingin cepat-cepat pulang ke Kupang.

Novi mengaku sangat terpukul saat mendengar kabar Marlony meninggal dunia diseret kereta api. "Itu yang sangat membuat saya sedih mengapa dia harus meninggal dengan cara seperti itu," ungkap Novi.

Novi mengatakan, sehari sebelum naas menimpa Marlony mereka mengirim uang untuk Marlony untuk belanja oleh-oleh ke Kupang.

"Karena sudah di akhir-akhir masa PKL, jadi kami kirim uang, karena dia bilang mau pulang tanggal 1 atau 2 April 2019," kata Novi.

Sementara itu, Ayah Marlony, Agustinus Natonis mengatakan, dirinya pasrah atas peristiwa yang menimpa putrinya itu.

"Mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi saya hanya bisa pasrah kepada Tuhan," ungkap Agus dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, ibunda Marlony, Yosina Nomleni, hanya terdiam dan air mata terus menetes di wajahnya. Sejak mendengar kabar meninggalnya Marlony, kata Agus, Yosina jarang sekali berbicara. "Dia hanya diam dan menangis.

Agus mengatakan, saat ini mereka masih menunggu kedatangan jenazah. Jenazah dijemput oleh pihak Poltekes Kemenkes Kupang dan paman Marlony. Terkait biaya pemulangan jenazah, kata Agus, semuanya ditanggung oleh Poltekes Kemenkes Kupang.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved