Program BLOOM di Nagekeo,125 Remaja Diwisudakan

Mereka diwisudakan setelah kurang lebih satu tahun menimba ilmu dan keterampilan melalui program BLOOM

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana saat acara wisuda program BlOOM dari Plan International di Wisma Retreat Boanio Desa Olaia Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Minggu (17/2/2019). 

"Kebanyakan orang muda tidak dibekali pendidikan, keterampilan hidup, atau kompetensi pra-kerja dasar yang memadai, sehingga menyebabkan angka pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi," ujarnya.

VIDEO: Ditilang Polisi, Pemuda Ini Nekat Memukuli Polantas, Begini Nasib Pemuda Itu

VIDEO: Sergio Ramos Dapat Hadiah Kartu Merah, Tim Girona Lakukan Selebrasi di Ruang Ganti

Negara Kaya Ini Jatuh Bangkrut Karena Terlalu Berbaik Hati Pada Rakyatnya

Ia menyebutkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tingginya angka pengangguran dan kurangnya akses dan peluang bekerja turut menyebabkan tingginya angka pernikahan usia anak, kemiskinan dan migrasi ke luar negeri maupun ke daerah lainnya untuk bekerja.

Sementara Sekertaris Bappelitbangda Nagekeo, Hildagardis Muta Kasi, menegaskan, semestinya dalam pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan pengembangan sumber daya manusia.

Saat ini lapangan-lapangan kerja dikuasai orang-orang lain, orang di luar daerah kita. Kita harus mulai mandiri dan mulai melihat minat dan bakat sejak usia muda, usia remaja, jangan sampa nantinya kita hanya menjadi tamu dan tidak dapat menikmati kue pembangunan.

"Kita di pemerintah, tingkat kabupaten hingga desa, yang sementara menyusun rencana aksi daerah untuk menjadi Kabupaten Layak Anak. Kabupaten Layak Anak dimulai dari desa yang layak anak. Desa yang layak anak memberikan kesempatan dan mendorong anak-anak serta remaja untuk mengikuti kegiatan positif untuk masa depan yang lebih baik seperti kegiatan BLOOM. Harapannya, pemerintah desa dapat menyisihkan Dana Desa atau APBDes nya untuk mendukung program yang sangat baik ini," papar Hilda.

Veni satu diantara remaja yang menjadi peserta program BLOOM, mengaku bangga dan senang bisa ikut dalam program BlOOM.

Veni mengatakan banyak hal yang diperoleh yang dapat dikembangkan dan menjadi bekal pada masa yang akan datang.

OJK Tindak Tegas Fintech Legal Bila Lakukan Ancaman

DBD Tidak Bisa Musnah Tanpa Partisipasi Warga

Gaji Wasit-wasit di Italia, Rp 60 Juta Setiap Kali Tampil

“Setelah saya mengikuti kegiatan BLOOM, banyak manfaat yang saya rasakan, melalui diskusi dengan teman-teman dan kakak fasilitator, saya menjadi lebih mengenali diri saya sendiri, menjadi tahu kelebihan dan kekurangan, belajar untuk lebih percaya diri dan menghargai orang lain. Yang paling berkesan adalah mendapat gambaran tentang dunia kerja, mencoba membuat CV dan surat lamaran kerja. Ini menarik, karena di sekolah kami tidak mempelajarinya," ujar Veni.

Veni berharap agar program Bloom dapat ditingkatkan dan terus berlanjut pada masa yang akan datang.

"Kami sangat senang dan ingin agar program ini terus berlanjut dan bisa mengajak teman-teman lebih banyak lagi untuk terlibat”, cerita Veni.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved