Opini Pos Kupang
Budaya Belas Kasih di Era Revolusi Industri 4.0
Jika Anda melepas sedikit, Anda akan dapatkan sedikit damai, jika Anda melepas banyak, Anda akan menemukan banyak damai"
Budaya Belas Kasih di Era Revolusi Industri 4.0
RD.Maxi Un Bria
Dosen Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang.
"If you let go a little, you will have a little peace, if you let go a lot, you will have a lot of peace ": Jika Anda melepas sedikit, Anda akan dapatkan sedikit damai, jika Anda melepas banyak, Anda akan menemukan banyak damai" ( Ajahn Brahm).
Kini, kita berada di era revolusi industri 4.0 pada mana loncatan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi merambah sangat cepat.
Kehadiran sarana komunikasi yang canggih telah membantu mempercepat komunikasi dan penyebaran informasi kepada berbagai pihak.
Masyarakat dunia boleh bergembira dan bersyukur karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi telah menghubungkan berbagai pihak dan memberi peluang bagi bertumbuhnya kerja sama di berbagai bidang lintas ilmu, iman, komunitas, budaya dan negara.
Namun di pihak lain wajah pemisahan, konflik sosial oleh hoax yang disebar melalui internet patut diwaspadai.
Paus Fransiskus memandang kemajuan teknologi komunikasi, internet sebagai anugerah Tuhan dan sarana komunikasi.
Karena itu kehadiran sarana komunikasi internet pada abad ini kiranya dapat digunakan secara bijak untuk membangun komunikasi yang harmonis dan mempersatukan, mempropagandakan nilai-nilai perdamaian dan toleransi serta menjunjung tinggi nilai martabat manusia.
Kebaikan dan kesejahteraan umat manusia sebagai tujuan dari pembangunan dan kemajuan ilmu pengetahuan menuntut para pihak untuk dapat mendedikasikan ilmu pengetahuan dan komunikasi bagi bonum commune dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.
Kita ditantang untuk mengendalikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijak agar nilai martabat manusia tetap mendapat tempat yang layak dalam kancah kemajuan industri 4.0.
Pertanyaannya adalah apakah pada era revolusi 4.0 kini, masih ada budaya belas kasih yang meneguhkan persatuan dan kebersamaan? Konsep budaya belas kasih relevan untuk dihidupi.
Pada 2000 tahun yang silam Yesus telah menghadirkan konsep belas kasih sebagai pijakan untuk menghadirkan kebaikan bagi banyak orang.
Konsep belas kasih dimulai dengan kepekaan hati dan kejelian rasional untuk membaca persoalan dan kondisi terbarukan yang terjadi di sekitar.
Dalam Kisah Penggandaan roti (Markus 8:1-10) Yesus mempertegas konsep-Nya tentang budaya belas kasih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rdmaxi-bria.jpg)