Opini Pos Kupang
Dari Via Dolorosa Menuju Via Laetitia Tentang Jalan Daerah di NTT
Kita berharap dengan perlahan-lahan status jalan `via dolorosa' yang begitu banyak di NTT bisa berubah menjadi `via laetitia' (jalan sukacita)
Bahkan akses masuk ke tempat wisata, ke terminal, pelabuhan dan bandara juga menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Jika RUU Jalan itu diterima dan disahkan menjadi Undang-undang, maka pemerintah pusat pun memiliki kewenangan untuk membangun jalan provinsi dan kabupaten/kota.
Di NTT, dengan kondisi jalan negara yang saat ini sudah mencapai 99 persen mantap, maka ke depan tinggal pemeliharaan saja, dan sebagian dana bisa dialokasikan untuk membangun jalan provinsi dan kabupaten/kota.
Bahkan ada terobosan dari Kementerian PU yang sudah merancang penambahan satu Dirjen lagi yakni Dirjen Jalan Daerah yang khusus menangani jalan daerah.
Itu berarti, pemerintah pusat sudah memiliki acuan untuk membantu meningkatkan jalan-jalan daerah menuju kondisi mantap.
NTT Bangkit
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakilnya Josef Nae Soi memiliki energi dan terobosan luar biasa dalam menuntaskan persoalan infrastruktur jalan di NTT.
Sepanjang 709 kilometer jalan yang rusak berat menjadi prioritas pembangunan selama tiga tahun ke depan.
Prioritas-prioritas ini diharapkan dapat memberikan daya dukung terhadap perkembangan ekonomi terutama di daerah pelosok baik dari sektor pertanian, pariwisata, dan lainnya.
Untuk mewujudkan prioritas ini, pada tahun anggaran 2019 mendatang, Pemprov NTT mengalokasikan dana sebesar Rp 636 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) I untuk mewujudkan program pembangunan jalan provinsi sepanjang kurang lebih 176 kilometer.
Kebijakan anggaran ini sudah tercatat dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran Penetapan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS).
Dana tersebut tidak termasuk untuk jembatan, embung, pemeliharaan daerah irigasi, dan pembangunan daerah irigasi. Jadi anggaran untuk jalan ini meningkat signifikan.
Demikian penjelasan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTT, Andre W Koreh.
Untuk menuntaskan pembangunan jalan provinsi, Pemprov NTT menetapkan skala prioritas untuk ditangani pada tahun 2019 mendatang.
Untuk Pulau Timor, Pemprov NTT memprioritaskan pembangunan ruas jalan provinsi tepatnya jalur Bokong-Lelogama di Kabupaten Kupang sepanjang 40 Km, Pulau Sumba diprioritaskan pada pembangunan ruas jalan provinsi jalur Nggongi-Malahar di Kabupaten Sumba Timur sepanjang 20 Km.