Opini Pos Kupang
Melawan Stunting itu Penting
Proporsi balita gizi buruk yang cukup besar yakni 29,5 persen. Artinya bahwa tiga dari sepuluh balita di NTT mengalami gizi buruk.
Pola Asuh yang Tepat
Berdasarkan data Kemenkes, proporsi inisiasi menyusui dini (IMD) untuk bayi baru lahir yaitu 75,26 persen. Artinya delapan dari sepuluh bayi baru lahir sudah mendapat inisiasi menyusui dini.
Selanjutnya, proporsi bayi yang mendapat air susu ibu (ASI) ekslusif sebesar 79,45 persen. ASI ekslusif merupakan sumber nutrisi bagi sejak bayi lahir yang tentunya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya terutama risiko terjadinya stunting.
Riskesdas menunjukkan baduta yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap sekitar 53 persen yang artinya baru setengah baduta yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
Begitu juga dengan kecukupan vitamin, hanya setengah dari balita (50 persen) yang mendapatkan capsul vitamin A dalam 12 bulan terakhir.
Pemantauan pertumbuhan balita juga masih rendah. Hanya sekitar 64 persen balita yang pertumbuhan tubuhnya diukur lebih dari delapan kali selama 12 bulan terakhir sedangkan balita yang ditimbang kurang dari delapan kali sekitar 33 persen dan sisanya tidak pernah diukur pertumbuhannya.
Perlu adanya penyebaran informasi yang masif dan tepat sasaran terkait pencegahan stunting. Ibu dan calon ibu harus memenuhi kebutuhan gizi sebelum maupun saat proses kehamilan.
Selain itu, wajib mengetahui pentingnya ASI bagi tumbuh kembang bayi dengan memberikan hanya ASI ekslusif untuk bayi hingga berusia enam bulan kemudian memberikan makanan pendamping ASI sampai dengan usia dua tahun.
Jangan lupa juga untuk memantau pertumbuhan bayi dan balita dengan menimbang di posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya.
Selain itu, berikan kekebalan tubuh pada balita melalui imunisasi yang lengkap agar tahan dari berbagai penyakit.
Pencegahan stunting berawal dari masing-masing keluarga. Tiap keluarga harus memastikan anak-anaknya tidak hanya kenyang namun juga berkecukupan gizi.
Selain itu, memantau pertumbuhan balita menjadi sebuah keharusan untuk memastikan bahwa tidak terdapat masalah pada perkembangan sang buah hati. Dibutuhkan juga peran pemerintah dalam membentuk regulasi dan program kebijakan yang tepat sasaran.
Jangan sampai generasi masa depan bangsa memiliki fisik dan kemampuan berpikir yang lemah ! Maka dari itu, melawan stunting itu penting. (*)