Oknum Wartawan Diduga Peras Kepala Desa, Kuasa Hukum Pilih Tarik Diri Usai Ketahui Fakta Sebenarnya
Oknum Wartawan Diduga Peras Kepala Desa, Kuasa Hukum Pilih Tarik Diri Usai Ketahui Fakta Sebenarnya
Penulis: Ryan Nong | Editor: Eflin Rote
Setelah menyerahkan uang tunai senilai Rp 20 juta, oknum wartawan tersebut meminta uang bensin senilai Rp 500 ribu.
• Lantik Tiga Kades di Rendu Selatan, Ini Pesan Bupati Nagekeo
• SMP Kristen Citra Bangsa Kupang Komitmen Kembangkan E-Learning
• 16 Tahun Lahan Tak Disertifikat APR NTT Lapor Ombudsman Provinsi NTT
Desa Oeekam
Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, aksi pemerasan yang dilakukan oknum wartawan media IN ternyata juga dilakukan di Desa Oeekam, Kecamatan Noebeba.
Terungkapnya kasus ini bermula dari adanya laporan dari sekertaris Kecamatan Fatukopa jika ada tiga orang oknum wartawan yang melakukan pemerasan kepada Kades Kiki dan Taebonat.
Mendapat informasi tersebut, Intel Kodim 1621 TTS langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Setelah dipastikan jika informasi adanya pemerasan terhadap kepala desa benar, Intel Kodim langsung mengatur skema pertemuan antara para korban dan pelaku dengan berpura-pura akan menyerahkan sisa uang yang belum diberikan para korban kepada para oknum pelaku di salah satu rumah warga di Kota Soe.

"Kita skemakan pertemuan dengan para pelaku dan korban di rumah Jhon Kaesmetan, warga Kota Soe pada 3 Februari kemarin. Saat pertemuan berlangsung, awalnya pelaku tidak mau mengaku kalau melakukan pemerasan terhadap kepala desa. Tetapi, setelah menghadirkan para saksi yang menyaksikan penyerahan uang oleh Kepala desa kepada para pelaku, barulah pelaku mau mengaku aksi pemerasan yang dilakukan," ungkap Dandim 1621 TTS, Letkol Cpn Rhino Charles Tuwo kepada pos kupang, Rabu ( 6/2/2019) di ruang kerjanya.
• Butuh 432 Pengawas TPS di Kabupaten Nagekeo Pada Pemilu 2019
• Sedimentasi Bendungan Penyebab 80 Hektar Sawah di Maurole Tidak Diari
• Kisah Perjalanan Vanessa Angel, Dari Ditangkap Hingga Jadi Tersangka Prostitusi Online, Menyedihkan
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Dandim, sempat diusahakan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan tetapi para kepala desa menolak dan memilih membawa masalah tersebut ke rana pidana.
Dandim Rhino menghimbau kepada para kepala desa untuk tidak melayani oknum-oknum yang mengaku wartawan lalu meminta uang dalam jumlah tertentu.
Jika ada oknum-oknum seperti itu, ia meminta para kepala desa untuk melaporkan hal tersebut kepada para penegak hukum guna diproses sesuai regulasi yang berlaku.
"Jangan mau kalau diperas. Lapor oknum yang mengaku wartawan itu jika diperas, segera laporkan kepada penegak hukum biar diproses sehingga ada efek jera," pintanya.
Kepala Desa Kiki dan Desa Taebonat yang hendak dikonfirmasi Pos Kupang belum berhasil dihubungi.
Kades Oeekam, Istefanus Toeslaka mengaku, dirinya pernah didatangi oknum wartawan IN yang berpura-pura melakukan wawancara lalu minta uang Rp 15 juta dengan alasan di desa tersebut masalahnya sangat berat.
Jika uang tersebut tidak diserahkan, oknum wartawan tersebut mengancam akan menulis masalah tersebut.
"Saya bilang kalau (mereka) mau tulis silakan tulis. Saya tidak punya uang. Mereka sempat mengaku orang kepercayaanya Pak Kejari, tapi saya bilang saya tidak ada soal. Jadi kalau mau tulis silakan tulis," ceritanya.