Berita NTT Terkini

Ini yang Dilakukan PT PLN NTT Mewujudkan 1 Juta Pelanggan Rp 1 T Pendapatan

Ini yang dilakukan PT PLN NTT guna mewujudkan 1 juta pelanggan dan pendapatan Rp 1 triliun.

Ini yang Dilakukan PT PLN NTT Mewujudkan 1 Juta Pelanggan Rp 1 T Pendapatan
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Ignatius Rendroyoko 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - PT PLN NTT tidak hanya menargetkan 100 persen rasio elektrifikasi, namun juga menetap 1 juta pelanggan dan pendapatan Rp 1 triliun, ini yang dilakukan.

Target tersebut akan dicapai dalam waktu satu atau dua tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, PLN saat ini terus berbenah.

Hal itu diungkapkan General PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Ignatius Rendroyoko di Hotel Aston Kupang, Senin (21/1/2019).

Penjual Daging Babi Mengeluh, Babi Disembelih di RPH Biayanya Mahal

"Kita butuh dukungan semua pihak, baik mitra maupun pemerintah daerah. PLN tidak bisa bekerja sendiri," kata Rendroyoko.

Rendroyoko berharap, target tersebut bisa dicapai dalam waktu yang tidak lama. "Semoga bisa direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama," harap Rendroyoko.

Ini Penyebab Daging Babi yang Dijual di Pinggir Jalan Tidak Memenuhi Standar Kesehatan

Sementara Mantan GM PT PLN UIW NTT, Christyono mengungkapkan, challenge atau tantangan PLN adalah pada keterbatasan sumber daya, mulai infrastruktur, keuangan, sumber daya manusia.

"PLN sudah menyiapkan perlatan, sudahsuplai, tetapi siapa yang pasang. Khan berarti kita harus memanfaatkan tenaga atau mitra yang ada di NTT. Setiap tahun penambahan desa baru 30-40 desa. Kita mempunyai PR 1.200 desa. Dalam 2 tahun yakni 2017 dan 2018 kita menambah 430 desa berlistrik. Itu sudah luar biasa. Memang masih kurang. Tapi sekali lagi, kita tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan mitra dan pemerintah daerah. Kalau kita sudah siapkan peralatan, dananya, tenaga kerjanya, tapi aksesibilitas ke desa itu sulit, maka apa yang harus kita tempuh. Kita harus cari jalan lain," kata Christyono.

Christyono menambahkan, bekerja di NTT butuh kerja tuntas, kerja cerdas dan kerja ikhlas. "Ini yang dilakukan teman-teman sehingga dalam dua tahun bisa 430 desa di NTT terlistriki. Selama ini saya terus memotivsi teman-teman untuk kerja ekstra agar target bisa tercapai. Tidak bisa kerja biasa-biasa. Kepada mitra kita juga minta kerja ekstra. Kalau tidak bisa ikut irama PLN tepaksa kita tinggal. Tetapi ada resiko. Ketika kita tinggalkan mereka, semakin sedikit sumber daya yang bisa kerjakan PR ini. Ini yang sering kita sampaikan kepada mitra," demikian Christyono.

Christyono meminta semua pihak membantu PLN, untuk mencapai target-target tersebut. Rasio elektrifikasi ini bukan hanya masalah PLN. Banyak desa-desa di NTT yang belum berlistrik, akses karena lewat laut.

"Namanya listrik, tidak bisa dipancarkan tapi harus dialirkan. Ini yang harus dipikirkan bersama," tutup Christyono. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved