Berita Kota Kupang Terkini
Penjual Daging Babi Mengeluh, Babi Disembelih di RPH Biayanya Mahal
Penjual daging babi di Kota Kupang yang beroperasi di pinggir-pinggir jalan mengeluh kalau babi disembelih di RPH di Oeba, biayanya mahal.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sejumlah penjual daging babi di Kota Kupang yang beroperasi di pinggir-pinggir jalan mengeluh kalau babi disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) di Oeba, biayanya mahal.
Salah seorang penjual di daerah Bakunase, Kota Kupang, mengaku sehari ia hanya menyembelih satu ekor saja. Kalau dibawa ke RPH, kata dia, biayanya besar, terutama untuk transportasi.
Hal tersebut disampaikannya kepada para pengawas bidang kesehatan masyarakat Veteriner (Kesmafet) dan dokter hewan saat melakukan pengawasan dan penertiban di sejumlah titik penjualan daging babi di pinggir-pinggir jalan seputaran Kota Kupang pada Senin (21/1/2019).
• Ini Penyebab Daging Babi yang Dijual di Pinggir Jalan Tidak Memenuhi Standar Kesehatan
"Yah kita ini potongnya satu ekor saja setiap hari. Kalau bawa ke RPH di Oeba kan biaya transportasinya lumayan, jadi kita potong di rumah saja. Kecuali kita potong dalam jumlah banyak, baru bawa ke sana," ungkapnya.
Disaksikan POS-KUPANG.COM, Edmundus Takui Kepala Seksi Kesmavet kepada penjual menegaskan penyembelihan babi mesti dilakukan di RPH agar terkontrol.
• PT PLN Segera Aktifkan Kembali Energi Panas Bumi Ulumbu di Manggarai
Ia menjelaskan, sebelum dan sesudah dipotong ternak babi harus diperiksa oleh pengawas dan dokter hewan dari dinas terkait yang dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH).
Kepada POS-KUPANG.COM, Edmundus mengatakan, pengawasan dan penertiban bertujuan memastikan bahwa daging yang dijual sehat untuk dikonsumsi dan penjualannya mengantongi ijin dari pemerintah, dalam hal ini dinas pertanian.
"Yah pastinya kita ingin daging yang di jual itu sehat untuk dikonsumsi, sebab kalau tidak tentu akan menimbulkan masalah kesehatan bagi yang mengkonsumsi," ungkapnya.
Dari 18 titik tempat penjualan yang mereka pantau, semuanya tidak memenuhi standar kesehatan dan tidak mengantongi izin operasional.
"Kita minta mereka, kalau sembelih babi, ke RPH supaya terkontrol, tapi banyak di antara mereka berasalan kalau mereka cuman menyembelih seekor saja dalam sehari dan kalau bawa ke RPH ongkosnya mahal," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)