Senin, 27 April 2026

Opini Pos Kupang

Catatan Tentang Inflasi 2018 di Nusa Tenggara Timur

Namun, rilis Badan Pusat Statistik NTT pada 2 Januari 2019 bahwa telah terjadi inflasi sebesar 1,84 persen pada

Editor: Dion DB Putra
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi 

Oleh: Demarce M Sabuna
ASN pada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM - Akibat nila setitik, rusak susu sebelanga, pepatah ini tepat bila dihubungkan dengan kondisi inflasi NTT Tahun 2018. Sepanjang Januari hingga November 2018, kondisi perkembangan harga di NTT sangat terkendali yang ditandai dengan inflasi tahun kalender (Januari-November 2018) hanya sebesar 1,21 persen.

Namun, rilis Badan Pusat Statistik NTT pada 2 Januari 2019 bahwa telah terjadi inflasi sebesar 1,84 persen pada bulan Desember 2018 menyebabkan inflasi tahun 2018 menjadi 3,07 persen meluluhlantahkan harapan bahwa inflasi tahun 2018 bisa sama dengan tahun 2017 yaitu 2,00 persen.

Penyumbang Utama

Jika ditelisik lebih jauh menurut kelompok pengeluaran maka kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan menjadi penyumbang utama inflasi tahun 2018 yaitu sebesar 6,61 persen, diikuti kelompok bahan makanan (3,89 persen), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (2,63 persen), kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (1,56 persen), kelompok perumahan,air, listrik,gas dan bahan bakar (1,45 persen), kelompok kesehatan (1,15 persen).

Narapidana Bebas Pegang HP Tipu Polwan Dan Sebar Foto Syur Ini Tanggapan Kemenkumham

Tingkatan Rasa Cemburu Berdasarkan Setiap Zodiak, Siapa yang Paling Cemburu?

Jadi Drama Korea Pertama yang Tayang di Youtube, Ini 4 Fakta Drakor Top Management

ARMY Wajib Nonton! BTS Run Season 3 Bakal Tayang Hari ini di Channel V, Catat Waktunya!

Kelompok inflasi terendah adalah kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,51 persen.

Sepuluh komoditas pendorong utama inflasi di NTT adalah tarif angkutan udara, daging ayam ras, beras, kangkung, ikan tembang, rokok kretek filter,ikan kakap merah,bayam, besi beton dan rokok kretek.

Lonjakan tarif angkutan yang sangat signifikan pada momen bulan puasa atau lebaran, Natal dan tahun baru terutama disebabkan oleh tingginya permintaan. Harga tiket yang tersedia adalah batas atas/maksimum dari tarif yang ditetapkan oleh pemerintah.

Daging ayam ras terpantau normal pada bulan Januari hingga November 2018 dan mengalami lonjakan sangat tinggi pada bulan Desember 2018 karena tingginya permintaan dan stok yang terbatas.

Beras mengalami perubahan harga yang melambat sepanjang tahun 2018 tetapi menjadi pendorong utama ketiga setelah tarif angkutan udara dan daging ayam ras. Kankung, ikan tembang, ikan kakap merah dan bayam merupakan komoditi-komoditi yang mengalami perubahan harga tergantung pada musim.

Ketika musim hujan dan angin kencang harga ikan dan sayur-sayuran menjadi tinggi karena cepat busuk dan stok terbatas. Komoditi rokok dan besi beton sangat tergantung kepada biaya produksi sehingga menyebabkan inflasi karena dorongan biaya produski (cost push inflation).

Secara teori, inflasi timbul karena adanya tekanan dari sisi supply (cost push inflation), dari sisi permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi.

Faktor-faktor terjadinya cost push inflation dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara partner dagang, peningkatan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price), dan terjadi negative supply shocks akibat bencana alam dan terganggunya distribusi.

Faktor penyebab terjadi demand pull inflation adalah tingginya permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaannya.

Dalam konteks makroekonomi, kondisi ini digambarkan oleh output riil yang melebihi output potensialnya atau permintaan total (agregate demand) lebih besar daripada kapasitas perekonomian.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved