Berita Pesawat Lion Jatuh

Lion Jatuh : Lima Warga Lihat Asap dari Roda Lion Air JT610 hingga Menukik Tajam ke Laut

Sejumlah saksi mata memberikan penuturan mengenai kesaksiannya melihat penampakan pesawat tersebut hingga mendengar suara ledakan.

Lion Jatuh : Lima Warga Lihat Asap dari Roda Lion Air JT610 hingga Menukik Tajam ke Laut
Capture Kompas TV
Identifikasi Korban Lion Air JT610 

Rahmat mengaku mendengar suara ledakan setelah pesawat masuk ke air.

"Kami dalam pelayaran pagi hari dari Tanjung Karawang menuju Marunda, posisi pesawat itu sudah jatuh jadi kelihatan seperti ekor pesawatmasuk ke air," kata Rahmat Slamet seperti dilansir TribunWow dari saluran Youtube Metrotvnews, Selasa (30/10/2018).

"Habis itu air naik ke atas dan terdengar suara ledakan," lanjutnya.

Keluarga korban Pesawat Lion Air ramai datangi ruang trauma healing, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018)
Keluarga korban Pesawat Lion Air ramai datangi ruang trauma healing, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018) (KOMPAS.com/Ryana Aryadita)

Rahmat menuturkan bahwa jarak kapalnya dengan lokasi jatuhnya pesawat sekitar satu mil atau 1,6 km.

"Pesawat posisi masuk ke air kelihatan ekornya jadi kami lihat seperti itu," katanya.

"Ledakan itu terjadi setelah (benda) yang kami duga sebagai pesawat itu masuk ke air," jelasnya.

Namun Rahmat mengaku tidak melihat proses jatuhnya pesawat Lion Air.

"Kami mendengarnya setelah pesawat masuk ke air, setelah itu tak ada suara-suara lagi," tambahnya.

Pesawat berputar-putar dan menukik tajam

Sabudi (30) adalah nelayan yang mengaku melihat langsung detik-detik pesawat itu jatuh.

Nelayan di desa itu kerap mencari ikan etom atau udang, dilansir Tribunnews.com, Rabu (31/10/2018).

"Saya lihat, kapalnya berputar-putar lalu menukik tajam ke laut. Kalau ada yang nyebut ada suara, memang ada suara tapi itu suara saat si pesawatnya jatuh ke laut dan terdengar (seperti) suara ledakan," ujar Sabudi.

Ia mengaku keheranan melihat peristiwa itu dan sempat kembali menepi ke tepi pantai.

Namun, saat ditepi pantai, ia melihat sudah banyak orang dan polisi.

Baca: Komisi I DPRD NTT Minta Reformasi Birokrasi Harus Berpatokan Pada Regulasi

Baca: UPT PPKAD Berhasil Selamatkan Dana Tunggakan Pajak PKB Rp 140, 7 Juta

Baca: Petrus Tenda Terpilih Menjadi Ketua DPC GMNI Nagekeo

Baca: Rp 13 Miliar Tata Lapangan Pasola Pahola Sumbar

Baca: Lion Air Jatuh : 238 Bagian Tubuh Korban Sudah Diambil Sampel DNA, 4 Terindentifikasi

Baca: SMKN I Aesesa Siapkan 110 Komputer untuk Ujian CPNS 2018 di Nagekeo, Ini Penjelasan Teknisinya!

Baca: Ini Alasannya Irwan Mussry Putus dari Desy Ratnasari

Ada asap di antara roda pesawat

Anastasia, warga Binong, Karawaci, Tangerang mengatakan sempat melihat pesawat nahas tersebut ketika sedang mengudara, dilansir dari Bangkapos.com, Kamis (1/11/2018).

Dia bercerita, saat itu dirinya sedang berada di kediamannya dan berencana mengantar buah hatinya pergi bersekolah.

Ia mengetahui pesawat dari teriakan anaknya yang masih kecil.

Ketika di teras rumah, anaknya berteriak seraya memanggil dirinya bahwa ada pesawat 'seram' di atas langit.

Dengan segera Anastasia menghampiri sang buah hati dan melihat dengan mata kepalanya sendiri objek pesawat bertuliskan Lion Air oleng ke kiri, kemudian menukik lalu mengeluarkan asap berwarna abu keluar dari lubang di area roda pesawat yang tertutup.

Roda pesawat, tegas Anastasia, dalam keadaan tertutup.

Ucapan belasungkawa Persebaya Surabaya atas jatuh pesawat Lion Jt-610, Senin (29/10/2018).
Ucapan belasungkawa Persebaya Surabaya atas jatuh pesawat Lion Jt-610, Senin (29/10/2018). (Twitter/Official Persebaya)

"Itu anak udah keluar duluan. Anak keluar duluan lalu bilang 'mami ada pesawat seram'. Takut. Jadi saya keluar, saya lihat sendiri itu posisi pesawatmiring ke kiri yakin sekali karena di sini (mencontohkan posisi pesawat dengan tangannya) ada tulisan Lion itu terbang ke atas dengan kepala menukik.

Setelah lewat saya lihat bodi bawah itu ada asap antara roda itu yang saya lihat sebelah kanan. Tidak ada roda keluar melainkan ada lubangnya," ceritanya di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018).

Lokasi rumahnya yang berada di Binong Permai, Karawaci, Tangerang dengan posisi terakhir pesawat hanya berjarak sekitar 94 kilometer.

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai ojek daring itu sempat berjalan kaki keluar rumahnya mengikuti pesawat yang oleng itu.

"Setelah lewat seperti itu saya pikir sudah selesai. Tapi saya lihat itu pesawat keluar asap saya langsung teriak. Saya ingin teriak tapi nggak bisa teriak. Ya sudah saya jalan sampai sudah jauh dan saya mengikuti aktivitas saya lagi.

Saya gak tahu ada kecelakaan atau apa. Pas saya pulang sekitar 11.30 WIB saya nyalakan tv, saya lihat ini pesawat yang saya lihat tadi," tuturnya.

Meski terbilang cukup jauh dari koordinat terakhir pesawat nahas itu hilang kontak, suara yang keluar dari mesin jet disebut masih terdengar jelas dan halus.

Baca: BK-Diklat Nagekeo Dirikan Tenda Di SMKN I Aesesa

Baca: Lion Jatuh: 5 Kisah Haru Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 Yang Baru Pertama Naik Pesawat

Baca: Gunakan Bahan Sederhana, Cara Aman Bersihkan Telinga Tanpa Cutton Bud

Baca: Sederhana Tapi Praktis! 11 Ilustrasi Ini Mengajakmu Mengenal Gejala Depresi yang Jarang Disadari

Baca: Gebetan Ternyata Cuma PHP-in Kamu Girls? Cari Tahu Cukup Dengan Tiga Cara Ini

Baca: 7 Tips Pemungkas Bagi Anda yang Jombloh, Saat Ditanya Sudah Punya Pacar atau Belum?

"Suara itu kedengeran jelas tidak bising tapi halus. Suaranya nggak cempreng tapi bulat," terangnya lagi.

Melihat peristiwa tersebut di depan matanya, Anastasia merasa menyesal karena tak segera menginformasikan apa yang dia lihat ke pihak berwenang.(*)

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Keluar Asap dari Roda Lion Air JT610 hingga Menukik Tajam ke Laut, Begini Pengakuan 5 Warga, http://bangka.tribunnews.com/2018/11/03/keluar-asap-dari-roda-lion-air-jt610-hingga-menukik-tajam-ke-laut-begini-pengakuan-5-warga?page=all.

Editor: Rosalina Woso
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved