Berita Pahlawan dari Perbatasan
Johny Kala, Bocah Pemanjat Tiang Bendera dari Belu-NTT Dapat Beasiswa dan Prioritas Masuk TNI
Johny Kala, Bocah Pemanjat Tiang Bendera dari Belu-NTT Dapat Beasiswa dan Prioritas Masuk TNI.
Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Fredrikus Royanto Bau
POS-KUPANG.COM - Johny Kala, Bocah Pemanjat Tiang Bendera dari Belu-NTT Dapat Beasiswa dan Prioritas Masuk TNI.
Aksi heroik pelajar SMPN Silawan, Kabupaten Belu-NTT, Yohanes Ande Kala alias Johny Kala yang memanjat tiang bendera setelah insiden tali bendera putus tak luput dari perhatian Panglima TNI.
Aksi heroik pelajar SMPN Silawan ini yang kemudian menghantarnya ke ibukota Negara bertemu menteri dan Presiden Jokowi ini menjadi viral sejak kemarin.
Saat ini Johny Kala bersama kedua orangtuanya sedang berada di Jakarta untuk memenuhi undangan para menteri dan presiden Jokowi.
Baca: Penjabat Gubernur NTT Bantu Biaya Pendidikan Johny Kala
Baca: Flori Ajak Mahasiswa STFK Ledalero Pedomani Empat Syarat Universal
Baca: Pater Bernard Telah Buat Pondasi STFK Lebih Kokoh

Selain kedua orangtuanya, Johny Kala juga didampingi Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing dan Dandim 1605 Belu, Letkol CZI I Gusti Putu Dwika serta Kepala sekolanya, Yosef Oki.
Perhatian dari berbagai pihak kepada Johny berdatangan. Tak hanya ucapan terimakasih, pujian dan rasa bangga namun juga bantuan materi berupa paket sekolah, uang tunai hingga beasiswa.
Hal yang sama dilakukan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.
Marsekal Hadi Tjahyanto langsung memerintahkan Dandim 1605 Belu untuk menyampaikan bahwa Johny Kala akan mendapatkan beasiswa hingga tamat sekolah.
Dan akan diprioritaskan jika mau menjadi anggota TNI.
"Atas perintah Panglima TNI, Johny diberikan beasiswa sampai tamat sekolah dan akan diprioritaskan jika mau menjadi anggota TNI," kata Dandim Belu, I Gusti Putu Dwika.
Baca: Pater Otto Gusti Gantikan Pater Bernard Pimpin STFK Leladero
Baca: Ditawari Nonton Asian Games 2018 oleh Menpora Imam Nahrawi, Johny Pilih Nonton Sepakbola
Baca: Reuni 30 Tahun Alumni Spensa 88 Kupang Meriah
Dandim sempat bertanya kepada Johny Kala, apakah Johny mau menjadi anggota TNI? Johny langsung menjawab, "Mau."
Sebelumnya diberitakan, upacara Bendera peringatan HUT ke-73 RI di Perbatasan Negara RI-Timor Leste menyisahkan ceritera tersendiri.
Betapa tidak, upacara bendera yang berjalan khidmat justru diwarnai sebuah insiden putusnya tali bendera.
Buntutnya, seorang bocah SMP harus memanjat tiang bendera sepanjang belasan meter untuk mengambil talinya untuk dikaitkan ke bendera.

Baca: Garuda Indonesia Masih Kaji Usulan Empat Rute Baru di NTT
Baca: Bupati Malaka dan Pimpinan OPD Jalan Sehat di Pantai Berasi
Baca: Harun Natonis: Pembangunan di STAKN Kupang Harus Seimbang
Aksi nekat sang bocah ini diabadikan seorang warga yang juga staf pada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Pos Lintas Batas Negara Terpadu (PLBN) Motaain saat upacara berlangsung.