Berita Maumere

Pater Otto Gusti Gantikan Pater Bernard Pimpin STFK Leladero

Estafet kepemimpinan di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT, kembali dilakukan.

Pater Otto Gusti Gantikan Pater Bernard Pimpin STFK Leladero
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Pater Dr.Otto Gusti Madung, SVD mengangkat sumpah pelantikan menjabat Ketua STFK Ledalero di Aula St.Thomas Aquinas, Kecamatan Nita, Pulau Flores, Propinsi NTT, Sabtu (18/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Estafet kepemimpinan di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, kembali dilakukan.

Pater Bernardus Raho, Drs. M.A, memimpin delapan tahun lebih mengalihkan estafet kepemimpinan kepada Pater Dr. Otto Gusti Madung, SVD.

Pelantikan dilakukan di Aula St.Thomas Aquinas Ledalero dipimpin Ketua Yayasan St. Paulus Ende, Pater Alfons Mana, SVD, disaksikan Superior General SVD, Pater Dr. Paulus Budi Kleden, SVD, penjabat Bupati Sikka, Drs.Flori Mekeng, Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, S.IK,para dosen dan mahasiswa.

Baca: Mengharukan Kisah Taman Baca di Atambua, Belu Sebelum Diberi Sahabat Joe

Upacara pelantikan didahului perayaan misa pembukaan tahun sekolah baru 2018/2019. Seremoni pelantikan berlangsung sangat sederhana, tidak seperti seremini serupa.

Pater Bernard, mengaku lega telah mengakhiri tugasnya dan meninggalkan STFK dalam keadaan baik. Selama kepemimpinan, kata Pater Bernard, sudah diselesaikan dua akreditasi yakni akreditasi program pendidikan S-1 filsafat, pasca sarjana theologi dan akreditas status lembaga pendidikan tinggi, STFK.

Selama menjabat,Pater Bernard melakukan empat kali akreditasi program studi dan satu kali akreditas lembaga. Keberhasilan ini karena dukungan dan kerjasama dengan semua staf dan stakeholder.
"Akreditasi pasca sarjana akan berakhir tahun 2022 dan sarjana tahun 2023. Artinya beberapa tahun mendatang kondisi kita masih aman," ujar Pater Bernard.

Ia mengatakan, Badan Akreditadi Nasional Perguruan Tinggi Swasta (BAN PTS) mengembangkan jaringan akreditasi berbasis online, naskah-naskah akreditasi bisa diakses secara online.

Namun Pater Bernard mengingatkan jangan sampai 40 persen naskah yang dikirim merupakan naskah lama. BAN PTS akan membatalkannya dan memberikan waktu setahun untuk reakreditasi.

"Pengalaman di PT lain yan tidak melakukan akreditasi, tidak bisa menerima mahasiswa baru dan tidak boleh melakukan wisuda," tegas Pater Bernard. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved