Bayimu Alami Epilepsi, Ternyata Ada 6 Penyebab, Jangan Kuatir Ini Cara Mengatasinya

Bayimu alami epilepsi, ternyata ada 6 penyebab, jangan kuatir ini cara mengatasinya.

dailymail
Adalind Judd, bayi asal Australia yang didiagnosis mengidap epilepsi langka pada bayi. 

Namun sebaiknya, sebelum menggunakan obat-obatan itu berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter.

seghiMasing-masing jenis dan tipe epilepsi akan memerlukan obat-obatan yang berbeda. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala epilepsi dan segera bawa anak untuk berkonsultasi ke dokter, guna mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Jika anak Anda telah memasuki bangku sekolah, pastikan dia mengetahui tata cara pemakaian obat tersebut, seperti dosis dan waktu meminumnya saat di sekolah. Jelaskan pula kondisi anak Anda pada guru dan pembimbing di sekolahnya.

Baca: Teganya, Bayi Kembar Ini Dibuang di Tempat Pembuangan Sampah Oleh Pembantu Rumah Tangga

Baca: Warga Kota Medan Heboh, Buka Kardus Popok Bayi Ternyata Berisi Mayat Seorang Gadis

2. Dekati dari Sisi Kejiwaannya

Anak yang menderita epilepsi mungkin mengalami gangguan emosional, seperti rendah diri atau depresi. Namun, jangan biarkan hal itu terjadi pada buah hati Anda.

Untuk menguatkan kondisi kejiwaannya, jelaskan seluk-beluk penyakit yang dideritanya, seperti apa itu epilepsi, apa gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya.

Tumbuhkan kepercayaan dirinya dengan mengatakan bahwa dia masih bisa melakukan aktivitas yang ia sukai, namun harus dilakukan secara hati-hati atau perlu pengawasan.

Bantu anak untuk memahami bahwa ‘menjadi berbeda’ adalah hal yang normal, anjurkan untuk terus berfokus pada apa yang bisa dia lakukan. Dia juga masih bisa berprestasi, karena epilepsi tidak memengaruhi kecerdasannya selama diberikan pengobatan dari dokter.

Beritahu pula kondisi yang dialami anak Anda pada seluruh anggota keluarga dan teman-temannya, agar tidak terlontar kata-kata yang bisa menyakiti hatinya. Jelaskan kepada mereka bahwa epilepsi bukanlah penyakit menular. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk menjauhinya.

3. Jaga Keselamatannya

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya dampingi anak Anda ketika dia sedang menjalani aktivitas yang bisa membahayakan nyawanya apabila terjadi kejang, misalnya berenang.

Ditakutkan, epilepsinya kambuh ketika dia sedang bermain di air. Atau pakaikan pelindung kepala saat ia bersepeda dan jangan biarkan dia bersepeda sendirian.

Saat berada di kamar mandi, beri tahu dia agar tidak mengunci pintu kamar mandi. Jika sewaktu-waktu dia mengalami kejang, Anda bisa dengan mudah menolongnya.

Jangan biarkan anak terlalu kelelahan dan mengalami demam karena hal ini bisa memicu terjadinya kejang.

4. Ketika Anak Kejang

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved