Bayimu Alami Epilepsi, Ternyata Ada 6 Penyebab, Jangan Kuatir Ini Cara Mengatasinya
Bayimu alami epilepsi, ternyata ada 6 penyebab, jangan kuatir ini cara mengatasinya.
3. Kadar glukosa, natrium atau kalsium yang rendah dalam darah dapat menyebabkan epilepsi.
4. Infeksi seperti ensefalitis dan meningitis adalah penyebab kejang dan epilepsi.
5. Bayi yang lahir dengan otak abnormal atau tidak berfungsi dengan baik, memiliki kemungkinan epilepsi yang tinggi.
6. Epilepsi sering diwarisi dari orang tua.
Nah itu dia beberapa penyebab seseorang terutama bayi terkena epilepsi.
Jika bayi menunjukkan tanda-tanda seperti kejang, ada baiknya orang tua langsung berkonsultasi dengan dokter ya!(*)
Baca: Ya Ampun, Kaki Bayi Ini Terbakar Karena Perawat di RS Lupa Matikan Pengering Rambut
Baca: Waspada, 3 Perlengkapan Bayi Ini Bisa Datangkan Penyakit Jika Tak Pernah Diganti
Cara Menangani Anak yang Mengalami Epilepsi
ORANG tua ketika menghadapi epilepsi pada anak, rasa khawatir pastinya tidak berhenti menyelimuti pikiran Anda. Apalagi ketika harus melihatnya kejang-kejang. Meski berat, Anda harus tetap tenang dan menghadapi epilepsi pada anak dengan cara yang benar.
Epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf pusat atau aktivitas sel saraf di otak. Anak-anak yang menderita epilepsi akan menampakkan gejala seperti kejang-kejang, dan kadang juga kehilangan kesadaran diri, pada saat terjadi serangan. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan dan kemampuan belajarnya.
Lantas, bagaimana cara menghadapi epilepsi pada anak? Berikut tipsnya:
1. Siapkan Kebutuhan Obat-obatannya
Obat-obatan untuk epilepsi bertujuan bukan untuk menyembuhkan tapi mengontrol gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Karena itu, siapkan selalu obat-obatan yang dibutuhkan oleh anak Anda.
Ada banyak jenis obat-obatan yang tersedia untuk menangani epilepsi pada anak. Obat-obatan tersebut antara lain:
Phenytoin
Carbamazepine
Valproate
Valproic acid
Ethosuximide
Topiramate
Gabapentin
Oxcarbazepine
Zonisamide
Lamotrigine
Felbamate
Obat-obatan tersebut memiliki efek samping berupa pusing, mual, pening, penglihatan ganda, ruam, dan gangguan koordinasi tubuh. Sementara efek samping yang jarang terjadi, antara lain hiperaktif, depresi, dan mudah tersinggung.