Warga Kota Medan Heboh, Buka Kardus Popok Bayi Ternyata Berisi Mayat Seorang Gadis
Warga kota Medan heboh, buka kardus popok bayi ternyata berisi mayat seorang gadis, ini faktanya.
POS-KUPANG.COM, MEDAN - Kardus popok bayi berisi mayat gadis bernama Rina hebohkan warga kota Medan, ini faktanya.
Kepolisian masih berjibaku mengungkap kasus penemuan mayat dalam kardus, yang belakangan diketahui identitasnya Rika Karina.
Tubuh koran terbungkus dalam kardus rapi, ditemukan di Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat.
Baca: Sebelum Dibunuh dan Dimasukan ke Dalam Karung, Bocah Grace Alami Tindak Pelecehan Ini
Baca: Begini Kesan Orangtua Korban Terhadap Oknum Guru Ngaji yang Mencabuli Belasan Siswanya
Baca: Guru Pria Usia 23 Tahun Tega Cabuli Belasan Siswa Pria Tanpa Rasa Bersalah
Berikut sejumlah fakta yang sudah terungkap dan komentar kepolisian atas kasus pembunuhan wanita cantik ini:
1. Korban 'anak yang tertutup' dan jarang di rumah
Ayah korban, Muhammad Sahuri, mengakui anaknya sosok yang tertutup dan jarang datang ke rumah.
"Memang dia agak tertutup orangnya. Terakhir kami jumpa Jumat (27/4/2018). Kemarin itu, saya ngantar dia ke Amplas untuk berangkat kerja. Setelah itu, dia naik angkot ke tempat kerjanya. Setelah itu, enggak pernah jumpa lagi, komunikasi pun jarang," katanya saat ditemui di kediamannya di Jalan Tangguk Bongkar, Gang Ikhlas, Mandala, Medan Denai, Kota Medan.
Rina Karina semasa hidupnya. (Istimewa via Tribun Medan)
Ibunda Rika, Sarinah mengungkapkan anaknya tersebut adalah sosok yang baik.
''Walaupun kemarin bulan April, dia bilang sama saya mau dilamar pacarnya orang Padang. Tapi, kubilang, 'ya sudah baik-baik ya' itu kubilang sama dia," ucapnya dengan mengeluarkan air mata.
2. Tidak terbuka soal Pacar
Wanita yang berjilbab warna abu-abu tersebut, bahwa anaknya tersebut akan pulang ke rumah saat malam takbiran nanti.
"Setelah itu, katanya sama ku, 'Mak, aku pulang nanti, lebaran pada malam takbiran'. Ya sudah, 'Rika sudah makan belum' gitu kubilang sama dia," ucapnya.
Setelah berkomunikasi pada bulan April kemarin, Sarinah dan Sahuri tidak pernah lagi komunikasi dengan anaknya tersebut.
"Setelah itulah, enggak ada komunikasi lagi. Memang anakku ini, agak tertutup, apalagi soal hubungannya sama orang lain. Agak pendiam orangnya. Saya berharap sekali. Dia anak yang baik. Walaupun kami jarang komunikasi akhir-akhir ini. Apalagi masalah pacar agak tertutup,"
Sembari menangis, Sarinah pun tidak memiliki pertanda bahwa anaknya tersebut sudah meninggal dengan kondisi mengenaskan. Orangtuanya korban berharap agar polisi segera menemukan pelaku pembunuhan tersebut.
Baca: Rumah Anda Gunakan Pintu Kembar? Beri pengamanan Ganda Agar Maling Sulit Beraksi
Baca: Batang Pohon Besar Tembus Bahunya, Pilot Ivan Krasouski Ini Masih Becanda Bilang I am Groot!
Baca: Terlalu Lama Duduk Didepan Komputer, Kamu Bakal Kena 8 Penyakit Berbahaya Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rika_20180607_122037.jpg)