Nah Loh! Pria Pelaku Ingkar Janji Menikah Bakal Tak Akan Lolos Dari Jerat Hukum

Wah, kedepannya, pria pelaku ingkar janji menikah (IJM) terhadap perempuan bakal tak akan lolos dari jerat hukum pidana.

Nah Loh! Pria Pelaku Ingkar Janji Menikah  Bakal Tak Akan Lolos Dari Jerat Hukum
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang. 

Baca: Ingin Balas Dendam Karena Diselingkuhi Pacar? Ikuti Cara yang Dilakukan Pria Asal Inggris Ini!

Baca: Keren, Mahasiswa Fakultas Hukum Undana Kupang Dapat Mata Kuliah Mayantara, Apa Itu

Dalam penanganan kasus yang dilakukan oleh LBH APIK NTT, nampak bahwa kasus IJM diawali dengan adanya unsur pemaksaan (perkosaan) dan disertai dengan janji untuk bertanggungjawab, jika terjadi kehamilan.

Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang.
Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Dan kejadian “perkosaan” dalam pacaran ini, kemudian dijadikan dasar untuk laki-laki agar dapat melakukan hubungan suami isteri secara berulang.

Baca: Ini Rahasia Besar Kenapa Fakultas Hukum Undana Kupang Bisa Kokoh Hingga 36 tahun

Baca: VIDEO: Tang Benar Saja Ikatan Alumni Fakultas Hukum Undana Kupang Mau Tangkal Paham Radikalisme

"Dalam kacamata aparat hukum, kasus IJM akan dilihat sebagai suka sama suka, sehingga tidak ada payung hukum yang dapat dipakai untuk menjerat pelaku. Aparat Penegak Hukum jarang memakai pendekatan hukum progresif dalam menilai kasus tersebut untuk menemukan celah hukumnya," kata Ansi.

Namun dengan adanya diskusi komprehensif antara FH Undana Kupang dengan LBH Apik NTT, diharapkan akan ada kajian dan temuan hukum baru terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan khususnya kasus IJM sehingga menjadi masukan bagi aparat penegak hukum untuk bisa menindak tegas pelaku IJM.

"Kami berharap kedepan pria pelaku IJM bisa ditindak tegas," kata Ansi.

Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang.
Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Diskusi kasus komprehensif yang dilakukan oleh Fakultas Undana dan LBH APIK NTT ini turut diinisiasi oleh Kementerian Sosial dan Oxfam Indonesia atas dukungan Department Foreign Affair and Trade (DFAT) Australia. Peserta terdiri dari akademisi, aparat penegak hukum, tokoh agama, advokat, aktivis, wartawan, pemerhati anak NTT dan alumni FH Undana Kupang.

Halaman
123
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved