Nah Loh! Pria Pelaku Ingkar Janji Menikah Bakal Tak Akan Lolos Dari Jerat Hukum

Wah, kedepannya, pria pelaku ingkar janji menikah (IJM) terhadap perempuan bakal tak akan lolos dari jerat hukum pidana.

POS KUPANG/NOVEMY LEO
Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Novemy Leo

POS KUPANG.COM, KUPANG - Wah, kedepannya, pria pelaku ingkar janji menikah (IJM) terhadap perempuan tak akan lolos dari jerat hukum pidana.

Demikian ditegaskan Direktris LBH APIK NTT, Ansi D Rihi Dara, SH, dalam diskusi komprehensif kasus kekerasan terhadap perempuan khususnya kasus IJM, yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Undana Kupang dengan LBH APIK NTT, Selasa (27/2/2018) pagi di Aula Kampus FH.

Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang.
Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Baca: Perempuan di NTT Sering Jadi Korban IJM, FH Undana dan LBH APIK NTT Bikin Strategi Ini

Baca: Hei Pria, Jangan Mengejar Wanita dengan Cara Murahan, Ganti Strategi, Ini Tipsnya

Baca: Ya Ampun! Polisi Gali Kubur TKI Milka Boimau, Jenasah Diotopsi, Hati dan Ginjalnya Hilang!

Ansi mengatakan, selama ini kasus-kasus IJM sulit ditangani lantaran belum ada pasal yang mengatur secara tegas tentang hal itu. Akibatnya, para pelaku IJM masih bebas bergerak dan tidak terjerat hukum.

Diskusi IJM di FH Undana Kupang
Diskusi IJM di FH Undana Kupang (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

"Karenanya banyak perempuan yang menjadi korban dari IJM pria. Dan peremluan tidak bisa berbuat banyak meski sudah memiliki anak atau bahkan rugi materill karena terkena IJM dari pria," kata Ansi.

Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang.
Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Ansi mengatakan, kasus IJM merupakan kasus yang cukup dominan yang dihadapi oleh LBH APIK NTT.

Baca: Perempuan 37 Tahun ini Berupaya Keluar dari Peti Matinya Setelah Dikubur Hidup-hidup

Baca: Ingin Balas Dendam Karena Diselingkuhi Pacar? Ikuti Cara yang Dilakukan Pria Asal Inggris Ini!

Baca: Keren, Mahasiswa Fakultas Hukum Undana Kupang Dapat Mata Kuliah Mayantara, Apa Itu

Dalam penanganan kasus yang dilakukan oleh LBH APIK NTT, nampak bahwa kasus IJM diawali dengan adanya unsur pemaksaan (perkosaan) dan disertai dengan janji untuk bertanggungjawab, jika terjadi kehamilan.

Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang.
Suasana diskusi Komprehensif di FH Undana Kupang. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Dan kejadian “perkosaan” dalam pacaran ini, kemudian dijadikan dasar untuk laki-laki agar dapat melakukan hubungan suami isteri secara berulang.

Baca: Ini Rahasia Besar Kenapa Fakultas Hukum Undana Kupang Bisa Kokoh Hingga 36 tahun

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved