Tata Kelola Keluhan Warga Kota Kupang Ternyata Cuma Begini
Beberapa waktu yang lalu, di salah satu halaman Facebook, Darius Beda Daton dari Ombudsman NTT memuat beberapa
Oleh: Ermi Ndoen
Anggota Forum Academia NTT, Warga Kota Kupang
"We all need people who will give us feedback. That's how we improve." (Bill Gates)
POS KUPANG.COM -- KOTA Kupang di bawah pemerintahan Walikota Jefri Riwu Kore (JRK) saat ini membuat terobosan bagus, membuka ruang dialog dengan warganya melalui berbagai cara, salah satunya Whatsapp Group (WaG).
Whatsapp tergolong aplikasi media sosial populer yang diakuisisi Facebook dua tahun lalu seharga 19 miliar dollar AS dan kini jumlah pemakainya di seluruh dunia sebanyak 1 miliar orang.
Beberapa waktu yang lalu, di salah satu halaman Facebook, Darius Beda Daton dari Ombudsman NTT memuat beberapa foto tentang aktivitas Walikota Kupang bersama tim Ombudsman RI, Tim Kementrian PAN RB, Kantor Staf Presiden dan sejumlah kepala daerah yang sedang mengikuti kegiatan "complain handling system e-lapor dan public feedback to improve government" di Washington DC, USA.
JRK dalam pesan WA-nya mengkorfimasi keberadaannya di New York, USA. Harapan Darius kepada JRK, "Semoga bisa mengembangkan sistem complain handling e-LAPOR di Kota Kupang", katanya.
Salah satu WaG yang lumayan ramai akhir-akhir ini adalah grup `Baomong Masalah Kota Kpg". Group ini hanya hanya dikendalikan oleh dua orang dengan status setara, "admin" yakni Walikota JRK, dan seseorang yang terkonfirmasi sebagai seorang warga Kota Kupang, simpatisan Sobat Jeriko.
Ada juga nama-nama lain sebagai anggota di grup ini, misalnya: dr.Hermanus Man, Wakil Walikota Kupang; Winston Rondo, anggota DPRD NTT (Partai Demokrat) dan beberapa tokoh terkenal lainnya di Kota Kupang yang kebetulan saya kenal. Tapi mereka ini sebatas anggota biasa dan tidak punya peran mengendalikan group karena bukan admin.
Pada hari yang sama ketika Darius memberitakan kegiatan Walikota JRK, kebetulan saya juga melalui WaG "Baomong Masalah Kota Kpg", menginformasikan kebocoran pipa yang saya temui di Kelurahan Fatululi.
Dengan Bahasa Kupang yang tidak sempurna, saya memposting, "Bapa admin... tolong infokan ke PDAM dolo... ini ada pipa bocor ... air mengalir tabuang buang niii ... sementara masyarakat beli air tangki. Alamat Jln Shopping Center depan Gereja Karmel Fatululi."
Informasi ini kemudian saya lengkapi dengan foto dan juga peta titik kecoboran; yang kemudian direspons oleh anggota lain. Saya menjelaskan bahwa pipa yang bocor membuat masyarakat tidak mendapat suplai air yang cukup.
Air yang mengalir dari pipa yang bocor ini menggenangi jalan, akibatnya jalan akan becek dan juga jangka panjang akan merusak badan jalan. Suatu analisa sederhana yang mungkin anak SD pun mengerti hubungan sebab akibatnya.
Namun akibat dari postingan ini kami dikeluarkan dari grup WA ini. Padahal, grup ini ditujukan bagi warga Kota Kupang untuk membantu walikota memberikan pelayanan yang baik termasuk lampu jalan, masalah sampah, dll.
Tidak dapat dipungkiri bahwa WaG "Baomong Masalah Kota Kpg" cukup memberi angin segar buat kami masyarakat Kota Kupang dalam urusan penerangan.
Grup ini sangat intensif membantu masyarakat untuk mendapat akses lampu jalan. Tapi nanti dulu, jika Anda berkeinginan untuk kritis terhadap pemerintah Kota Kupang, jangan coba-coba komentar di group ini. Anda akan tamat. Menjadi agak aneh, kalau WaG ini hanya mengurus lampu jalan. Ada apa dengan grup ini?