Inilah Alasan Kompas Kembali Menggelar Jelajah Sepeda di Pulau Flores
Kompas Jelajah Sepeda 2017 mengambil tema pariwisata. Sepanjang rute mulai dari Kota Maumere peserta tour
Penulis: Felix Janggu | Editor: Dion DB Putra
"Bahwa di Flores ini punya potensi luar biasa, tapi tidak bisa berkembang kalau tidak didukung infrastruktur," kata Jannes.
Menjadi ironi, kata Jannes ketika pemerintah provinsi NTT getol memromosikan parawisata NTT dan Flores khususnya, tapi jalan rusak di depan mata tidak diperbaiki.
"Lama kelamaan orang datang, satu kali saja dan mereka tidak mau datang lagi," kata Jannes.
Infrastruktur jalan dari Ruteng menuju tempat wisata Wae Rebo, selepas dari Kampung Todo, kondisi jalan memrihatinkan.
Karena infrastruktur jalan rusak berat, wisatawan yang datang dari Labuan Bajo menuju Wae Rebo menghabiskan waktu berjam-jam untuk tiba di destinasi wisata yang dikenal dunia itu.
Padahal jika pemerintah memperhatikan jalur selatan Manggarai dan Manggarai Barat, maka akses dari Labuan Bajo menuju Waerebo hanya membutuhkan dua sampai tiga jam.
Sebaliknya menuju Waerebo dari Labuan Bajo, jika melewati Todo membutuhkan waktu lima sampai tujuh jam perjalanan.
Tambah Jannes, Kompas Jelajah Sepeda 2017 bekerja sama dengan Bank Mandiri, ASDP Fery Indonesia, JNE dan PT Pelindo III.
Dengan Kompas Jelajah Sepeda, pemerintah akan menjadikan pariwisata penggerak utama perekonomian masyarakat.
Produk pertanian dan perkebunan ketika dikemas dalam konsep pariwisata, maka nilai produk nilainya akan lebih tinggi dibandingkan jika dijual langsung.
Kopi Flores, misalnya ketika dikemas dalam konsep pariwisata, maka harga Kopi Flores menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan jika dijual langsung para petani.
Ia menjelaskan peserta Kompas Jelajah Sepeda adalah para profesional yang mempunyai hobi keliling dunia dengan bersepeda.
Dengan jelajah keliling Flores, harap Jannes para pencinta jelajah sepeda bisa lebih mencintai keindahan nusantara dibandingkan jelajah di negara lain.
Total jarak tempuh Kompas Jelajah Sepeda keliling Flores sepanjang 706 kilometer dari 12-17 Agustus 2017.
Masih dalam kaitan dengan mendukung pertumbuhan Pariwisata Flores, Kompas juga menggelar seminar nasional yang membahas pariwisata dengan tema utama, " Ekonomi Pariwisata sebagai Penggerak Pembangun Flores". (lik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jannes-kompas_20170811_170825.jpg)