Sampah dan Masalahnya, Menata Kupang Menuju Kota Ekologis

Pada musim hujan saat ini kita sering melihat jalanan kota penuh dengan genangan air. Tentu saja ini diakibatkan oleh perilaku

Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG. COM /HERMINA PELLO
ilustrasi 

Penataan ruang perkotaan bertujuan menciptakan lingkungan bermukim yang berkualitas maupun secara sosial, lingkungan dan budayanya. Pada perancangan kota ekologi, ada tiga prinsip utama yang harus dipenuhi yaitu : (1). Kesesuaian dengan iklim, (2). Efisiensi Sumber daya, (3). Efisiensi energi.

Hampir di sepanjang pesisir pantai kita dapat melihat bangunan hotel mewah tepat berada di pinggir pantai. Hal inilah yang menjadi tantangan terbesar kita untuk menemukan formula yang tepat bagaimana merumuskan "Kota Ekologis". Adanya keseimbangan antara pembangunan dan perkembangan kota dengan kelestarian lingkungan. Pengertian yang lebih luas ialah adanya hubungan timbal balik antara kehidupan antara kehidupan kota dengan lingkungannya.

Secara mendasar kota bisa dipandang fungsinya seperti suatu ekosistem. Ekosistem kota memiliki keterkaitan sistem yang erat dengan ekosistem alam. Pembangunan berkelanjutan memanfaatkan sumberdaya secara bijaksana, sehingga sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat di nikmati oleh generasi selanjutnya.

Bagi penulis, kota Kupang harus menjadi kota Ekologis dengan berbagai upaya yang tentunya harus dilakukan secara bersama-sama di antaranya : 1. Perencanaan area pembangunan yang selaras dengan iklim, 2. Upaya desentralisasi terhadap sistem penyediaan energi yang selaras dengan sistem kehidupan, 3. Zoning dan gaya bangunan yang beradaptasi dengan iklim. Inilah rekomendasi bagi pemangku kepantingan untuk menciptakan Kota Ekologis.

Memang ini tidak mudah, namun jika semua mengambil peran untuk kembali memperbaiki alam atau lingkungan. Konsep kota ekologis akan menjadi salah satu strategi dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan di Kota Kupang. Penting untuk kita semua menanamkan karakter ekologis terutama di ruang lingkup paling kecil (keluarga). Edukasi lingkungan di dalam keluarga akan membantu pengendalian kerusakan lingkungan secara dini. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved