Transformasi Baru Pemimpin NTT
Khusus untuk Provinsi NTT, Pilkada serempak di sembilan kabupaten menghabiskan dana
Di samping itu global-oriented government juga berupaya keras membangun kemampuan inovasi, kapabilitas operasional, dan jaringan berskala global.
Rosabeth Moss Kanter menyebutnya 3Cs: Concept, Competence dan Connection sebagai jembatan bagi mereka untuk dapat berpartisipasi dan mengambil keuntungan maksimal dari terbentuknya ekonomi global.
Berdasarkan konsep 3Cs itu Moss Kanter mengatakan bahwa untuk sukses di dalam ekonomi global setiap daerah harus dengan tepat memposisikan diri berdasarkan tiga pilihan positioning berikut.
Pertama, berdasarkan C yang pertama yaitu Concept, daerah harus memposisikan diri sebagai penghasil konsep dan ide dalam rangka mewujudkan inovasi yang memiliki nilai pasar. Contoh daerah semacam ini adalah Silicon Valley di Amerika atau Bangalore di India.
Kedua, berdasarkan C yang kedua yaitu Competence, daerah harus memposisikan diri sebagai pusat manufaktur dimana daerah tersebut memiliki kemampuan memproduksi barang/jasa dengan kompetensi dalam quality, cost, delivery (QCD) yang kokoh. Contoh dari daerah semacam ini adalah Tangerang yang menjadi basis operasi perusahaan-perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta, atau Singapura menjadi basis pariwisata Asia.
Ketiga, berdasarkan C yang ketiga yaitu Connection, daerah harus memposisikan diri sebagai hub (penghubung jaringan) yang memungkinkan para pedagang (trader) dari seluruh dunia berinteraksi satu sama lain dan membangun jaringan. Daya saing utama dari daerah semacam ini terletak pada kemampuannya sebagai penghubung dan pemberi akses bagi satu pihak tertentu kepada sumber daya pihak lain dari seluruh dunia. Contoh dari daerah semacam ini adalah Cina yang menjadi business hub bagi para pebisnis dari seluruh kawasan Asia.
Transformasi Karakter dan Pola Pikir
Transformasi berikut yang perlu dilakukan Pemda NTT adalah perubahan karakter dan pola pikir pemimpin daerah yang melahirkan pemimpin berkarisma, berkarakter dan berpola pikir yang baik yang dibuktikan/tolok ukurnya adalah berkurangnya tingkat (angka) kriminal dan kejahatan sosial lainnya di tengah masyarakatnya dan meningkatnya kesejahteraan masyarakatnya, karena pepatah mengatakan bahwa busuknya ikan dimulai bukan dari ekor, melainkan dari kepala.
Artinya, jika para pemimpin daerah baik, maka dengan sendirinya yang dipimpin itu akan meniru yang baik pula, dan endingnya bisa ditebak, rakyat akan semakin sejahtera lahir dan batin. Ini sejalan dengan gerakan Revolusi Mental Presiden Jokowi.
Contoh daerah seperti ini adalah Kota Medellin Kolumbia. Kota ini bermula kota gembong narkoba internasional dipimpin oleh Pablo Escobar dan yang secara konstan menyebabkan kejahatan konflik dan perang berkepanjangan di Kolombia. Kota ini dikenal sebagai kota dengan tingkat kriminalitas tertinggi di dunia. Tahun 1991 tercatat 6.349 pembunuhan, 10 kali lipat dari Chicago.
Pemerintah Amerika Serikat menutup konsulernya di kota ini dengan alasan keamanan tahun 1981. Namun di awal abad 21, Medellín telah menjadi kota yang aman bagi penduduk dan wisatawan asing karena pertolongan Tuhan terjadi perubahan sosial dan ekonomi yang begitu pesat. Pemerintah lokal dibantu penduduk lokal bergotong royong menghapus citra buruk dan meningkatkan citra kota, dengan hasil yang dramatis, rakyat menjadi sejahtera. Semoga.*