Jumat, 12 Juni 2026

(Menjawab Pesan Opini dari YF Ansy Lema)

Perselingkuhan Verbalisme dan Apatisme

PENULIS sangat prihatin dengan pesan yang disampaikan oleh YF Ansy Lema yang mengatakan bahwa beberapa penyiar dalam acara program TV swasta seperti dalam program acara 8-11 show Metro TV, Rabu, 2 November 2011,....

Tayang:

Apatisme

Keterbelakangan Pemda NTT sendiri dalam memperomosikan satwa langka-perbakala komodo merupakan sebuah persoalan apatisme. Tingkat masa bodoh semakin menggebu dalam diri Pemda NTT dengan tingkat usahanya sangat minim.

Dengan demikian, orang luar NTT sendiri dengan gampang mengambil suatu tindakan secara cepat, akurat dan efektif dan berlandaskan pada kenekatan yang terselubung sehingga tidaklah heran orang-orang dari negara sendiri saja lebih mengetahui keberadaannya dari promotor yang mendominasi dalam mempromosikan satwa langka-purbakala komodo ini.
Walaupun banyak klaim dari Pemda NTT sendiri, namun bagi penulis itu merupakan suatu klaim yang sia-sia. Kesalahan telah mendarah daging dalam diri Pemda NTT.

Lalu, jangan menyalahi masyarakat kecil karena mereka sendiri tidak tahu mekanisme untuk megerjakan dalam mempromosikan eksistensi komodo itu. Mereka hanya tahu bahwa komodo sekarang ini termasuk dalam calon pemilihan tujuh keajaiban dunia. Apabila, Pemda mempersalahkan msyarakat yang tidak berpartisipasi maka Pemda sangatlah keliru.

Kekeliruan mereka yang terbesar sebenarnya adalah terletak pada sikap apatis dan selalu saling mengharapkan satu sama lain dalam menjalankan kinerja kerjanya. Seperti kutipan penulis dalam catatan bagi Pemda dari YF Ansy Lema adalah tampaknya koreksi utama mesti dialamatkan kepada Pemda Propinsi NTT dan Pemda Manggarai Barat yang telah gagal menjadikan komodo sebagai ikon, sekaligus identitas NTT.

Pemda tidak berhasil mengidentikkan dan mencitrakan komodo dengan NTT sehingga publik lantas mengira komodo berada di NTB. Padahal, ketika menyebut laskar pelangi, publik otomatis mengaitkannya dengan pulau Belitung atau Bunaken dengan sulawesi utara, sementara tidak demikian dengan komodo dan NTT.

Catatan ini merupakan suatu imbauan supaya kita tidak boleh terjun kedua kalinya dalam jurang yang sama. Dalam arti bahwa kita harus sadar dengan segala apatisme yang kita praktikkan selama ini. Penulis katakan bahwa ini merupakan suatu cobaan berat buat Pemda NTT dan Pemda Manggarai Barat.

Karena itu, Pemda harus mengambil suatu tindakan tegas dalam mengatasi problema ini, baik melalui ranah privat maupun ranah publik. Jangan biarkan faktor verbalisme dan apatisme terus menjamur dalam ruang gerak NTT sendiri ataupun terus bergumul dalam praksis perselingkuhan yang membawa dampak minimnya kesadaran untuk berjuang. *

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved