VIDEO: Bicara Soal Hubungan 'Intim' DPRD dan Pemerintah, Bupati Sikka Tak Gentar Hadapi Interpelasi

VIDEO: Bicara Soal Hubungan 'Intim' DPRD dan Pemerintah, Bupati Sikka Tak Gentar Hadapi Interpelasi

VIDEO: Bicara Soal Hubungan 'Intim' DPRD dan Pemerintah, Bupati Sikka Tak Gentar Hadapi Interpelasi
Pos Kupang/Feliks Janggu
Roby Idong 

Laporan wartawan pos-kupang.com, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Pernyataan ‘perang’ Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo hingga larangan hubungan intim DPRD dengan pemerintah hanya beda berpesi. Mungkin saja komunikasi yang kurang di kedua lembaga itu.

“Berpolitik itu harus ada seni. Ada kata perang, tapi bukan angkat senjata. Sekarang bukan masanya berperang, tetapi adu argumen,” kata Roby, sapaan Fransiskus Roberto Diogo, Senin (11/2/2019) di Maumere.

Mengenai dana tunjangan perumahan dan transportasi tahun 2018 diterima DPRD Sikka, Roby mengatakan kalau ada temuan (audit BPK).

Ini Alasan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka Menyetujui Usulan Interpelasi dari Fraksi PAN

Pernyataan Bupati Sikka Melukai Perasaan DPRD Sikka

Limbah RPH Oeba Kota Kupang di Buang ke Laut

“Kalau ada temuan dikembalikan. Kalau tidak ada, tidak apa-apa. Transparansi seperti itu. Jadi kalau ada (temuan),” kata Roby.

Pengembalian itu, lanjut Roby, berlaku kepada semua penyelenggara negara hingga kepala desa berlaku selama 60 hari.

“Berlaku untuk semua. Kepala desa, ASN, bupati. Kalau ditemukan diberikan kesempatan kembalikan,” tegas Roby.

Tentang hubungan intim DPRD dan pemerintah, Roby menegaskan, tidak boleh. Bahaya, apalagi dekat-dekat mengajak pergi ke pub lalu membicarakan proyek.

Kejati NTT Beri Waktu Kasus Pidana yang Melibatkan Caleg Hingga Pemilu Selesai

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Resmikan Bedah Rumah

BREAKING NEWS: Kapal Motor Pulau Mas 10 Tenggelam di Perairan Torong Besi, Manggarai Timur

“Tapi yang saya maksud hubungan yang profesional,” tegas Roby.

“Orang politis harus seni dan seksi. Masa omong yang biasa-biasa saja. Kata perang itu bagus. Kita politisi harus gunakan kata-kata hiperbola. Kalau tidak hiperbola, itu mati. Seperti kata perang. Tapi bukan angkat senjata, tetapi adu argumen,” tandas Roby.

(*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Eflin Rote
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved