David Rasi Membeberkan Perlakuan 11 Orang yang Menganiayanya, Sangat Kejam dan Mengerikan

David Rasi (38), warga Desa Apren, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, dianiaya oleh sekitar 11 warga Pakubaun

David Rasi Membeberkan Perlakuan 11 Orang yang Menganiayanya, Sangat Kejam dan Mengerikan
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
David Rasi, korban penganiayaan 11 warga di Amarasi.

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - David Rasi (38), warga Desa Apren, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, dianiaya oleh sekitar 11 warga Pakubaun, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang. Rasi dituduh sebagai pencuri jagung sehingga dianiaya oleh 11 orang tersebut.

Hal ini disampaikan David Rasi selaku korban saat ditemui Pos-Kupang.Com di Jalan Polisi Militer-Kupang, Sabtu (7/4/2018).

Baca: Warga Apren Ditembak dengan Senapan Angin dan Disuruh Makan Tanah, Ini Pelakunya

Menurut Rasi, kejadian itu terjadi pada Senin (2/4/2018) sekitar pukul 15.00 Wita di hutan Apren.

Saat itu, Rasi diajak oleh Lisa Natun yang adalah tantanya ke kebun untuk memetik lombok. Ketika dalam perjalanan, dia yang kebetulan membawa senapan angin menembak seekor burung.

Baca: Terungkap Motif Adrianus Tabun Membunuh Meri Faot

Bidikannya mengena seekor burung, namun saat jatuh burung itu tersangkut di ranting pohon.

"Saya simpan senapan dan mau ambil burung yang tersangkut, tiba-tiba saja ada 11 orang sudah kerumun saya. Mereka langsung berteriak pencuri, saya bilang tidak, saya bukan pencuri tapi saya datang tembak burung," kata Rasi.

Baca: Adrianus Tabun Memukul Kepala Meri Faot Pakai Kayu Sampai Jatuh

Dijelaskannya, teriakannya tidak digubris 11 orang itu. Mereka langsung mendekat, ada juga yang sempat menembak dirinya dengan senapan angin namun salah.

"Saya lihat ada tiga orang pegang senapan angin dan mereka tembak saya tapi tidak kena. Ada juga pegang katapel dan lempar tapi salah. Akhirnya mereka mendekat tangkap dan ikat tangan saya," katanya.

"Setelah itu, kesebelas orang itu membawanya ke sebuah rumah lalu mereka ikat saya di sebatang kayu dan memukul saya. Bahkan ada seorang pelaku yang sempat menyerang saya dengan parang dan sempat membacok bagian kanan tubuh saya," katanya.

Rasi mengatakan, warga juga taruh tanah di mata dan mulutnya dan menyuruhnya makan tanah. "Setelah itu mereka lepas dan bawa saya ke Kantor Desa Pakubaun. Dari kantor desa, kemudian kepala desa lepas tali dari tangan saya dan membawa saya ke rumahnya," katanya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved