Akhirnya Biarawati Ini Bisa Bertemu dengan Tiga Gadis Mabar yang Hendak Diberangkatkan ke Jakarta

Suster Maria Yosephina Pahlawati, akhirnya berhasil bertemu dengan tiga orang gadis tenaga kerja asal Matim,

Penulis: Servan Mammilianus | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Tiga gadis yang sempat diperiksa polisi di polres mabar saat hendak ke Jakarta melalui Bandara Komodo Labuan Bajo, Kamis (5/4/2018). 

Laporan wartawan poskupang.com, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Aktivis JPIC Flores Barat yang juga dari Rumah Singgah Perlindungan Perempuan dan Anak Labuan Bajo, Suster Maria Yosephina Pahlawati, akhirnya berhasil bertemu dengan tiga orang gadis tenaga kerja asal Manggarai Timur (Matim) yang hendak bekerja di Jakarta.

Suster Yosephina bertemu ketiganya pada Hari Jumat (6/4/2018) pagi di salah satu kos dekat Prundi Labuan Bajo.

Lalu ketiganya bersama Suster Yosephina menuju Rumah Singgah Perlindungan Perempuan dan Anak Labuan Bajo, sebelum ada kepastian jadi atau tidaknya ketiganya berangkat ke Jakarta Jumat siang lewat Bandara Komodo.

Baca: Biarawati ini Kuatir, Polisi Belum Beritahukan Dimana Keberadaan Tiga Gadis Calon TK yang Tertangkap

Baca: Biarawati di Manggarai Barat Dukung Polres Mabar Usut Perekrutan Tiga Gadis

Baca: Wabup Lembata Mengenang Kebaikan Ramli, ASN yang Dianggapnya Sangat Luar Biasa

"Saya sudah bertemu mereka dan saya berpesan agar harus membawa diri dengan baik, bila tiba di Jakarta. Katanya mereka ingin mendapatkan pekerjaan tetapi saya belum tahu kepastian, apakah mereka jadi berangkat ke Jakarta atau tidak, tergantung teman-teman kepolisian. Mereka tidak ada yang hantar dalam perjalanan Labuan Bajo - Jakarta tetapi katanya ada yang jemput," kata Suster Yosephina kepada Pos-Kupang.com.

Pihaknya kata dia, sudah mendokumentasi semua berkas perjalanan mereka termasuk identitas ketiganya.

Baca: Ya Ampun! Di Kabupaten Ini Setiap Hari Ada Saja Kasus Pencurian yang Terjadi

Baca: Lembata Butuh 20 Ton Bensin Per Hari

Baca: Bahaya! 13 SD di Kabupaten Ende Ini Tidak Selenggarakan Ujian Nasional

"Mereka tidak tahu akan kerja di mana tempatnya di Jakarta. Tetapi mereka senang karena dijanjikan gaji Rp 1,5 juta per bulan," kata Yosephina.

Tiga gadis itu seharusnya berangkat ke Jakarta, Kamis (5/4/2018) lewat Bandara Komodo Labuan Bajo. Namun polisi memeriksa mereka berkaitan dengan dokumen perjalanan. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved