TOPIK
Puisi
-
Tuan membangun menara dari keringat kami yang diperas, Lalu bertanya, “Mengapa kalian malas?”
-
Suaranya oh, suaranya! Menggoyahkan hati seperti badai yang meruntuhkan topeng-topeng rapuh.
-
Kumpulan pantun bertema liburan yang lucu dan menghibur untuk menyambut liburan sekolah.
-
Nusantara tercengang, lihat pemimpin rakyat penuh kasih pada rakyatnya. Dirgahayu Indonesia. Jaya selalu.
-
Maria Inda Baghong, mahasiswa semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Katolik Ruteng.
-
Maria Inda Baghong, mahasiswa semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng.
-
Aku yang membuat diriku jatuh dalam kehancuran, bodoh dalam memilih antara cinta yang nyata dan cinta yang imajinasi.
-
Mencarimu sama seperti mutiara di laut nyata. Menuntut iman agar kuat dan semangat. Tetap berlangkah meski selalu digoncang godaan.
-
Bolehkah aku berdiri di hadapannya sambil menggenggam tangannya, lalu mengatakan bahwa aku suka padanya?
-
Kejar Sampai Dapat adalah judul puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).
-
Puisi Ayah yang di Depan adalah karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Gula Semua adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Bukan Kandang Kambing adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Anak Rantau adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Jalan Damai adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Setelah Anak Nikah adalah judul puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Belang adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Berita Pagi adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Kita Bukan Kodok adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Secercah Rasa yang Tertulis dalam Alunan Puisi adalah judul puisi karya Efi Sisfaok.
-
Realita Tak Seindah Harapan adalah puisi karya Anita Maggi yang menggambarkan rasa kecewa dan putus asa harapan tidak kunjung menjadi kenyataan.
-
Puisi berjudul Penantian Yang Melelahkan merupakan puisi karya Inri Bantaika, melukiskan seseorang yang resah lama menantikan sang kekasih.
-
Lelaki Pujaan Hati adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Sandiwara adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Anakku Pasti Sekda adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Makan Ubi adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Puisi berjudul Orang Buta Bisa Melihat merupakan puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Temanku datang di kampung sebelum tutup lubang jalan neraka. Berhari-hari keliling dari kampung ke kampung, dari desa ke desa.
-
Temanku datang di kampung sebelum tutup lubang jalan neraka. Berhari-hari keliling dari kampung ke kampung, dari desa ke desa.
-
Tetap Masuk adalah puisi adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved