Puisi
Puisi - Kita Bukan Kodok
Kita Bukan Kodok adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Puisi: Aster Bili Bora
Tiap periode kita jago kalah
Tiap periode kita jago menonton
Setelah selesai proses, kita jago menyesal
Setelah tidak mendapatkan apa pun
Kita jago menyalahkan
Begitu terus kita tunjuk jago
Jago dalam berkata-kata
Jago bermain sandiwara
Jago pula minum mabuk
Hingga diberi obat penenang.
Tahu obat penenang?
“Usulannya akan diperhatikan!”
Kita bangga akan jawaban indah
Lalu kita kampanye hebat:
“Tahun ini kita mandi Proyek!”
Diyakini benar, kita pukul dada
Kita kampanye urat leher putus
Ternyata habis lima tahun: Nol
Saudaraku, inilah gaya boneka
Cuma jago berkata-kata
Cuma jago bersatu di mulut
Jago kodok!
Lain di hati lain di bibir
Kum-ke, kum-ke, ke-kum!
Tidak akan ada yang peduli
Tidak akan ada yang percaya
Orang bungkus mata
Orang tutup telinga
Dicap pendusta!
Dicap pembohong!
Disenyumi oleh bibir
Dimaki oleh hati
Kini sudah saatnya berubah
Jujurlah dalam berkata
Bila lidah bilang: Satu!
Tindakan juga harus: Satu!
Jangan lain di hati lain di bibir
Malu dipanggil kodok
Malu dibilang kum-ke
Tambolaka, 17 Juli 2023
Aster Bili Bora,sastrawan tinggal di Tambolaka, Sumba Barat Daya. Karya-karyanya terbaca di berbagai koran dan majalah, baik cetak maupun online.Antologi cerpennya: Bukan sebuah jawaban (1988), Matahari jatuh (1990), Bilang saja saya sudah mati ( 2021), Laki yang terbuang (2021). Karya novel yang sedang disiapkan: Laki yang kesekian-sekian. Antologi bersama pengarang lain: Seruling perdamaian dari bumi flobamora tahun 2018, Tanah Langit NTT tahun 2021, Gairah Literasi Negeriku tahun 2021, Guru Berkesan Tak Lekang Dari Ingatan tahun 2022, Geliat Literasi Mencerahkan Hati tahun 2023, Cambuk Kehidupan tahun 2023.
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kodok_5007070.jpg)