TAG
Pos Pengamatan Gunung Api
-
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, A.Md mengatakan, letusan ini disertai gemuruh dengan intensitas lemah.
3 hari lalu
-
Angin bertiup lemah hingga sedang dari berbagai arah, dengan suhu udara 27,4–31,2°C, kelembaban 72,1–82,2 persen dan tekanan udara
4 hari lalu
-
BPBD Lembata sedang berkoordinasi untuk distribusi air minum bersih ke desa-desa terdampak abu letusan gunung Ile Lewotolok.
4 hari lalu
-
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur.
4 hari lalu
-
Tinggi kolom abu saat erupsi teramati ± 300 m di atas puncak (± 1.723 m di atas permukaan laut).
6 hari lalu
-
Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok melaporkan, tinggi kolom abu teramati kurang 350 meter di atas puncak (± 1.773 m di atas permukaan laut).
7 hari lalu
-
Kantor PGA Lewotobi Laki-laki berada di Desa Pululera berjarak sekitar 7 kilometer dari gunung itu
Kamis, 18 Desember 2025
-
Adapun wilayah terdampak hujan pasir dan abu di sektor utara dan barat laut adalah Desa Boru, Desa Pululera, dan sekitarnya.
Rabu, 15 Oktober 2025
-
Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Minggu (6/4/2025).
Senin, 7 April 2025
-
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan adanya getaran banjir lahar serta gemuruh pada Jumat (20/12/2024).
Jumat, 20 Desember 2024
-
Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 500-1.000 meter di atas p
Rabu, 4 Desember 2024
-
Di beberapa titik seperti jalan masuk menuju Desa Nawakote, Padang Pasir, Klatanlo, Wulanggitang dipasang spanduk peringatan.
Kamis, 21 November 2024
-
Sejumlah warga yang mengambil barangnya di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, yang jaraknya sekira 7 kilometer dari pusat letusan, merasakan gemuruh
Rabu, 20 November 2024
-
Masyarakat atau pengunjung diminta agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 kilometer dari pusat gunung.
Sabtu, 9 November 2024
-
Herman menambahkan gunung api setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini kembali meletus pada pukul 18.19 Wita.
Minggu, 20 Oktober 2024
-
Letusan ini lebih besar ketimbang aktivitas erupsi selama beberapa hari terakhir yang tak melebihi radius 1.000 meter dari puncak kawah.
Rabu, 18 September 2024
-
Stanislaus Arakian, petugas pengamat Gunung Ile Lewotolok menjelaskan jika gunung tersebut masih memiliki potensi untuk erupsi lagi.
Senin, 26 Agustus 2024
-
Kerusakan materil ini dialami warga Desa Dulipali, Desa Klatanlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Nawokote, Desa Pululera, Desa Boru, dan Desa Boru Kedang.
Senin, 5 Agustus 2024
-
Warga di sekitar dilarang melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi serta 4 kilometer sektoral utara-timur laut
Senin, 5 Agustus 2024
-
Pemukian sejumlah desa yaitu Desa Hokeng Jaya, Desa Klatanlo, Desa Dulipali, Desa Boru, Desa Nawokote, dan sekitarnya sempat pulih
Selasa, 9 Juli 2024