Lewotobi Erupsi
Abu Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Landa Pemukiman Desa
Pemukian sejumlah desa yaitu Desa Hokeng Jaya, Desa Klatanlo, Desa Dulipali, Desa Boru, Desa Nawokote, dan sekitarnya sempat pulih
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Material erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki berstatus Level III (Siaga) kembali melanda pemukiman desa-desa di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur sekira sepekan terakhir, 3 Juli sampai 9 Juli 2024.
Pemukian sejumlah desa yaitu Desa Hokeng Jaya, Desa Klatanlo, Desa Dulipali, Desa Boru, Desa Nawokote, dan sekitarnya sempat pulih saat hujan deras tanggal 28 Juni hingga 30 Juni 2024 lalu.
Termasuk langkah Pemerintah Kabupaten melalui BPBD Flores Timur mengerahkan dua mobil tangki air untuk membersihkan jalan dan tanaman warga sebelum datang hujan selama dua hari itu.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di bagian tenggara Pulau Flores terus terjadi. Dalam 12 jam terakhir hari Selasa, 9 Juli 2024, tercatat sebanyak enam kali letusan.
Catatan berdasarkan enam kali laporan erupsi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki. Erupsi pertama pukul 01.14 dengan tinggi kolom abu 600 meter di atas puncak, sementara erupsi keenam teramati 900 meter di atas puncak.
Rata-rara erupsi dari satu sampai keenam ini tinggi kolom abunya antara 200-1.000 meter. Kolom abu cenderung bergerak ke arah barat dan barat daya.
Pantauan wartawan, atap rumah, jalan raya, halaman, dan tanaman rumah sudah dilanda abu belerang cukup tebal. Pemukiman sudah tak sehat. Para lansia, anak-anak, difabel, dan kelompok rentan lainnya selalu menghirup aroma tak segar.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Tengah Malam, 9 Menit Berselang Hujan Pasir
Jalan Trans Flores Larantuka-Maumere pun demikian. Sementara akses jalan kabupaten antar desa ke desa selalu dilalui kendaraan roda dua dan empat otomatis membawa abu masuk ke dalam rumah warga.
Warga setempat mengaku lantai rumah, dapur beserta peratalan makan juga terkena imbas. Mereka menutupnya dengan kain bersih sebanyak dua sampai tiga lapis.
"Rak piring, meja makan juga abu masuk. Lewat celah. Terbawa angin, apa lagi kalau kendaraan besar lewat," kata Tini Ledjap, warga Desa Persiapan Padang Pasir.
Tini berharap bantuan air dari para pihak kembali datang membersihkan jalan yang kotor dengan abu. Termasuk air bersih bagi warga terdampak untuk konsumsi sehari-hari. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Keluarga Baru Berhak Dapat Huntap Lewotobi, Kepala BNPB Minta Jangan Dipersulit |
![]() |
---|
500 Huntap Penyintas Lewotobi Dibangun di Noboleto, Penerima Tak Berpatok Kepala Keluarga |
![]() |
---|
Gunung Lewotobi Laki-laki Belum Stabil, Dapat Tekanan dari Dalam |
![]() |
---|
Pemkab Sikka Harus Siapkan Program Pemulihan Ekonomi Untuk Warga Terdampak Erupsi Lewotobi |
![]() |
---|
Imbas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Delapan Sekolah di Sikka Terdampak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.