Malaka Terkini
Tak Ingin Menganggur, Bibi Ning Tetap Bertahan Meski Biaya Usaha di Malaka Terus Meningkat
Menurutnya, menjaga kualitas dan porsi makanan merupakan bentuk tanggung jawab kepada para pembeli yang selama ini setia datang ke kedainya.
"Minyak tanah untuk kami pakai juga sudah tidak ada. Kemarin kami cari di Betun sudah tidak ada lagi. Akhirnya kami pergi beli sampai di Bolan," tuturnya.
Saat ini, Bibi Ning masih menjual nasi kuning dan nasi urab dengan pilihan lauk berupa ikan, ayam maupun telur dengan harga tetap Rp10.000 per porsi. Harga tersebut menurutnya sudah cukup lama dipertahankan meskipun biaya produksi terus mengalami kenaikan.
Baca juga: Ketua Komisi II DPRD Malaka Desak Pengawasan Ketat Distribusi BBM Subsidi
Ia mengungkapkan sebenarnya sudah memiliki rencana untuk menyesuaikan harga jual menjadi Rp12.000 per porsi.
Namun keputusan tersebut belum diambil karena masih mempertimbangkan kondisi ekonomi pelanggan.
"Saya sebenarnya rencana mau naikkan harga jadi Rp12.000 per porsi. Tapi saya lihat dulu satu minggu ke depan. Kalau keadaan masih begini, mungkin baru saya naikkan," katanya.
Menurut Bibi Ning, harga sejumlah bahan makanan seperti ikan, ayam, mi instan dan beras sudah mengalami kenaikan yang cukup terasa. Hanya harga telur yang sejauh ini masih relatif stabil dibandingkan komoditas lainnya.
Meski demikian, ia memilih untuk tetap bertahan dengan harga lama sambil berharap kondisi pasokan BBM dan kebutuhan pokok di Kabupaten Malaka segera kembali normal.
"Biar saya bertahan dulu dengan harga sekarang. Kalau satu minggu ke depan masih begini, baru saya naikkan jadi Rp12.000 per porsi," tutupnya. (ito)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bibi-Ning-pengusaha-UMKM-di-Betun.jpg)