Sabtu, 13 Juni 2026

Malaka Terkini

Tak Ingin Menganggur, Bibi Ning Tetap Bertahan Meski Biaya Usaha di Malaka Terus Meningkat

Menurutnya, menjaga kualitas dan porsi makanan merupakan bentuk tanggung jawab kepada para pembeli yang selama ini setia datang ke kedainya.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
HARGA SEMBAKO - Bibi Ning, pemilik kedai di Kota Betun yang mengeluhkan kenaikan harga sembako tapi tetap mempertahankan harga jualannya untuk tidak dinaikkan, Jumat (12/6/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok dan semakin langkanya bahan bakar minyak (BBM), sejumlah pelaku usaha kecil di Kabupaten Malaka menghadapi tekanan yang tidak ringan.

Namun kondisi tersebut tidak membuat Bibi Ning, pemilik sebuah kedai makan sederhana di Kota Betun, menyerah atau terburu-buru menaikkan harga dagangannya.

Perempuan yang sehari-hari menjual nasi urab dan nasi kuning itu memilih tetap bertahan dengan harga lama demi menjaga pelanggan sekaligus mempertahankan usahanya yang menjadi sumber penghidupan keluarga.

"Saya tetap bertahan saja daripada menganggur. Kalau tidak jualan, nanti hanya tidur-tiduran di rumah. Jadi walaupun harga barang semua naik, saya masih berusaha jual dengan harga yang sama," ujar Bibi Ning saat ditemui POS-KUPANG.COM, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Pertamax Kosong Selama Tiga Hari di Kabupaten Malaka NTT

Di tengah kesibukannya melayani pelanggan yang datang silih berganti untuk makan siang maupun sekadar menikmati secangkir kopi, Bibi Ning mengaku sudah merasakan dampak kenaikan harga bahan pokok selama kurang lebih dua pekan terakhir.

Meski biaya operasional semakin meningkat, ia belum mengurangi porsi makanan yang dijual kepada pelanggan.

Menurutnya, menjaga kualitas dan porsi makanan merupakan bentuk tanggung jawab kepada para pembeli yang selama ini setia datang ke kedainya.

"Selama ini saya tidak kurangi porsi juga walaupun harga semua barang sudah naik. Untungnya memang jadi sedikit, tetapi saya tetap bertahan dulu," katanya.

Kedai sederhana milik Bibi Ning berdiri di pinggir jalan Kota Betun. Bangunannya terbuat dari terpal berwarna biru yang ditopang kayu-kayu sederhana dan dipagari menggunakan bambu, dengan ukuran sekitar 3 x 6 meter persegi.

Di dalamnya terdapat tiga meja kayu panjang beserta sejumlah bangku yang digunakan pelanggan untuk menikmati hidangan yang tersedia. Sementara di bagian depan kedai, sebuah gerobak berukuran sekitar 1 x 2 meter digunakan untuk menyimpan aneka makanan siap saji dan berbagai minuman kemasan.

Selain menjual nasi kuning dan nasi urab, Bibi Ning juga menyediakan berbagai minuman seperti kopi hitam, kopi susu, kopi jahe, teh hangat hingga minuman kemasan lain yang menjadi pelengkap bagi para pelanggan yang singgah.

Namun di balik aktivitas jual beli yang tampak biasa, tersimpan kegelisahan akibat terus meningkatnya harga bahan pokok. Menurutnya, hampir seluruh kebutuhan yang digunakan untuk berjualan mengalami kenaikan harga.

"Ini harga sembako semua sudah naik, tapi kami dituntut supaya harga jualan tidak boleh naik. Harus Rp10.000 terus," ujarnya sambil menopang dagu.

Tidak hanya sembako, kelangkaan minyak tanah yang terjadi di Kabupaten Malaka juga turut menyulitkan para pelaku usaha kecil seperti dirinya. Minyak tanah yang menjadi kebutuhan penting untuk memasak kini semakin sulit diperoleh di Kota Betun.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved