Selasa, 19 Mei 2026

TTU Terkini

Mengawal Pangan di Tanah Pengungsian 

Puluhan tahun masyarakat di Desa Ponu berada dalam cengkraman tengkulak. Harga beras yang dijual sangat menyedihkan.

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
KUNJUNGI - Direktur Pengadaan Perum Bulog bersama Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah NTT dan Pemimpin Bulog Cabang Atambua dan jajaran saat mengunjungi lahan produktif milik warga di Kabupaten TTU, Selasa, 5 Mei 2026. 

 

Inovasi Digital Bulog

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, kata Yermi, Bulog gencar melakukan inovasi melalui Program Digitalisasi. Proses digitalisasi ini yakni penjualan beras SPHP dilaksanakan melalui Aplikasi Klik SPHP.

"Jadi mitra membeli beras SPHP itu tinggal Klik SPHP diajukan dulu, lalu di transfer uangnya join di situ dan kita layani," ucap.

Tempat-tempat penjualan beras SPHP wajib menggunakan aplikasi tersebut. Agen penjual Beras SPHP wajib menggunakan titik koordinat. Hal ini bertujuan agar Badan Pangan Nasional bisa memantau lokasi penjual beras SPHP secara akurat. 

Yermi menyebut Bulog Cabang Atambua juga memiliki gudang di wilayah Kabupaten TTU. Gudang ini berlokasi di Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Gudang Bulog tersebut memiliki kapasitas 500 ton sampai 700 ton. Demi mendukung program presiden, Bulog Cabang Atambua sedang berkoordinasi dengan Pemda TTU untuk dilakukan pembangunan gudang demi menampung hasil pertanian masyarakat.

Sebanyak 2 unit gudang yang sedang diajukan untuk dibangun di Kabupaten TTU. Dua unit gudang ini masing-masing memiliki kapasitas 1000 ton.

Yanuariaus Kolo
TEBAR PUPUK - Warga Desa Ponu, Yanuarius Molo saat menebar pupuk di lahan sawah miliknya, Sabtu, 28 Maret 2026 lalu.

 

Mengawal Pangan di Tanah Pengungsian 

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengatakan, luas lahan produktif Kabupaten Timor Tengah Utara 175.725,00 hektare namun yang diolah sekitar 26.609,00 hektare. Sementara lahan basah potensial yang telah diolah di Kabupaten TTU 14.269,00 hektare. Dengan demikian, total luas lahan produktif di Kabupaten TTU 269.679 hektare.

Falentinus menyebut pada tahun 2021 petani di Kabupaten TTU memproduksi sebanyak 32.014, 85 ton padi sawah, 9.527,96 ton padi ladang dan 43.324,58 ton jagung. Angka ini meningkat pada tahun 2022 dimana masyarakat Kabupaten TTU memproduksi sebanyak 39.979,94 ton padi sawah, 822,48 ton padi ladang dan 44.545,70 ton jagung.

Sementara itu, pada tahun 2023 produksi padi sawah mengalami penurunan yakni 29.812,30 ton, padi ladang sebanyak 6.620,27 ton dan 37.232,0 ton. Penurunan produksi ini disebabkan oleh cuaca yang kurang menentu.

Pada tahun 2024, produksi ini meningkat signifikan yakni 51.380, 78 ton padi sawah, 15.938,37 ton padi ladang dan 66.573,02 ton jagung.

Pada tahun 2025 Pemkab TTU melaksanakan intensifikasi dengan menyalurkan benih dan pupuk untuk 810 hektare sawah dan 3.456 hektare di seluruh wilayah Kabupaten TTU. Alokasi tersebut bersumber dari APBN Negara Indonesia.

Menurutnya, kehadiran Bulog telah memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidup petani di Kabupaten TTU. Perum Bulog telah menjadi asa pamungkas bagi petani dengan mewujudkan swasembada dan mengawal ketahanan pangan di Tanah Pengungsian. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved