Selasa, 19 Mei 2026

TTU Terkini

Mengawal Pangan di Tanah Pengungsian 

Puluhan tahun masyarakat di Desa Ponu berada dalam cengkraman tengkulak. Harga beras yang dijual sangat menyedihkan.

Tayang:
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
KUNJUNGI - Direktur Pengadaan Perum Bulog bersama Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah NTT dan Pemimpin Bulog Cabang Atambua dan jajaran saat mengunjungi lahan produktif milik warga di Kabupaten TTU, Selasa, 5 Mei 2026. 

Luas lahan baku sawah di Desa Ponu sebanyak 1080 hektare. Sedangkan luas lahan baku sawah secara keseluruhan di Kecamatan Biboki Anleu 2779 hektare. Lahan baku sawah merupakan lahan produktif yang sedang dikelola petani.

Satu hektare sawah biasanya memproduksi minimal 5 ton. Dengan demikian, 5400 ton padi dipanen seluruh masyarakat Desa Ponu dalam sekali masa panen.

Salah satu kesulitan menahun warga setempat adalah akses saluran irigasi belum terjawab hingga detik ini. Pada tahun 1987 pemerintah membangun saluran irigasi di wilayah Desa Ponu. Irigasi ini untuk mencukupi kebutuhan sawah seluas 386 hektare. 

Belasan tahun terakhir, debit air di saluran irigasi ini menurun drastis. Oleh karena itu, saat ini irigasi tersebut hanya mencukupi kebutuhan lahan seluas 150 hektare sawah.

 

Bulog Cabang Atambua Mengawal Ketahanan Pangan 

Tugas dan fungsi utama Bulog adalah menjaga ketahanan pangan dalam hal ini jagung dan beras. Saat ini, Bulog diberi tugas tambahan yaitu menyalurkan minyak goreng subsidi 35 persen dari seluruh kuota. Bulog 

Cabang Atambua meliputi 3 wilayah yakni Kabupaten TTU, Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka. Program unggulan Bulog sekarang yaitu menjaga ketahanan pangan. Secara khusus, Bulog menyerap semua produk dari petani seperti komoditas jagung dan beras.

"Bulog juga melakukan stabilisasi harga dalam hal ini adalah beras medium khususnya melalui program SPHP," ucap Pemimpin Cabang Bulog Atambua, Yermi Djami, Sabtu, 16 Mei 2026.

Beras dibeli dari tangan petani sesuai harga yang ditetapkan yakni Rp. 12.000 per kilogram. Kendati demikian, beras yang dibeli dari tangan petani memiliki spesifikasi tertentu. Beras tersebut harus dibeli dengan butir patah 25?n kadar air 15 % .

Sementara komoditas jagung dibeli dengan harga Rp. 6.400 per kilogram. Komoditas jagung baru mulai dibeli pada tahun 2026 ini.

Pada tahun 2025 lalu, Bulog Cabang Atambua membeli beras sebanyak 1.002 ton dari tangan petani di Kabupaten TTU, Belu dan Malaka. Sedangkan pada tahun 2026 Bulog sudah membeli sekitar 4,6 ton beras dan jagung sebanyak 55, 45 ton. 

Biasanya, Bulog menerima komoditas beras dan jagung di tangan petani maupun menerima langsung di gudang. Sementara pembayaran ditransfer langsung ke rekening petani. Para petani ini dijadikan sebagai mitra pengadaan Bulog.

Pada tahun 2026 ini, Bulog Cabang Atambua menargetkan bakal membeli 1200 ton beras dari tangan petani. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Sejak tahun 2023 sampai 2025 pasokan beras di Bulog Cabang Atambua berkisar 8000 sampai 9000 ton per tahun. Program bantuan pangan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (BPN) biasanya disalurkan sebanyak 2000 ton dalam kurun waktu satu tahun.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved