TTU Terkini
Mengawal Pangan di Tanah Pengungsian
Puluhan tahun masyarakat di Desa Ponu berada dalam cengkraman tengkulak. Harga beras yang dijual sangat menyedihkan.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Hasil menjual beras tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk menggarap sawah dan panen. Fenomena ini terjadi sejak pertama kali berdomisili di desa itu.
Beras Dibeli Bulog Cabang Atambua
Yanuarius Molo menyebut, petani di desa itu mulai menghirup udara segar sejak pertama kali menjual beras kepada Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (PERUM BULOG) Cabang Atambua. Selama 3 tahun terakhir mereka mulai menjual beras ke Gudang Bulog Cabang Atambua.
Beras tersebut dijual ke Gudang Bulog dengan harga Rp. 12.000 per kilogram. Harga yang jauh berbeda dengan harga yang dijual ke tangan tengkulak.
Ketua Kelompok Tani Benar, Agustinus Binsasi mengatakan, Kelompok Tani Benar merupakan satu-satunya kelompok tani di desa itu yang masih aktif hingga saat ini. Sebanyak 20 petani tergabung dalam Kelompok Tani Benar. Mereka bermitra dengan Bulog sejak tahun 2024.
Petani Kelompok Tani Benar memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh Bulog. Persyaratan tersebut meliputi; bulir beras harus utuh, memiliki surat izin dari desa, kecamatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Penggunaan dosis pupuk dan pestisida untuk padi juga harus sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Standar penggunaan Pupuk NPK satu hektare lahan 250 kilogram, Pupuk Urea 150 kilogram untuk satu hektare lahan.
Bulog Cabang membeli 5 ton beras milik Kelompok Tani Benar pada tahun 2024. Pada tahun 2025, Kelompok Tani Benar menjual 6 ton beras ke Bulog. Hasil panen yang baik ditunjang oleh proses perawatan yang baik juga.
Tahun 2024, kelompok tani ini memperoleh omset penjualan beras ke Bulog sebanyak Rp. 60.000.000. Sementara pada tahun 2025, omset yang diperoleh sebesar Rp. 72.000.000.
Desa Ponu Lumbung Pangan
Kepala Desa Ponu, Oktovianus Bestias mengatakan, jumlah kepala keluarga di Desa Ponu 1.323. Sementara jumlah jiwa 5828. Mereka tersebar di 28 RT dan 9 RW.
Mayoritas masyarakat di desa itu bermata pencarian sebagai petani. Sekitar 1100 kepala keluarga merupakan petani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kunjungan-Direktur-Bulog-di-TTU.jpg)