Sabtu, 2 Mei 2026

Ngada Terkini

BPBD Ngada Petakan Titik Merah Rawan Longsor, Warga Diminta Siaga Cuaca Ekstrem

Badan Penanggulangan Benncana Daerah Kabupaten Ngada ( BPBD Ngada ) Petakan Titik Merah Rawan Longsor, Warga Diminta Siaga Cuaca Ekstrem

Tayang:
Editor: Adiana Ahmad
DOKUMENTASI PRIBADI MILIN KOWA
TITIK RAWAN LONGSOR - Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Ngada. BPBD Ngada Petakan Titik Merah Rawan Longsor, Warga Diminta Siaga Cuaca Ekstrem 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngada ( BPBD Ngada ) mulai memetakan sejumlah Titik Merah Rawan Longsor di daerah.

Bersamaan dengan pemetaan Titik Merah Rawan Longsor, BPBD Ngada mengimbau masyarakat agar Waspada Cuaca Ekstrem.

Kepala BPBD Ngada, Emanuel Kora melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hermenegild Ruba, mengungkapkan,  pihaknya tengah menyusun Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi sebagai langkah antisipasi menghadapi intensitas hujan yang terus meningkat.

“Kami selalu menghimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor untuk waspada. Bila hujan turun dengan durasi panjang, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tegas Egild saat temu di ruang kerjanya, Jumat (12/12/2025).

Baca juga: BPBD Sikka Kewalahan Atasi Rumah Warga Rusak Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

BPBD Ngada juga telah melakukan koordinasi lintas sektoral untuk mempersiapkan logistik dan peralatan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Langkah pertama adalah memberikan himbauan kepada masyarakat agar lebih siap,” tambahnya.

Menurut pemetaan BPBD Ngada, wilayah selatan Kabupaten Ngada masih menjadi daerah paling rawan longsor, meliputi Kecamatan Inerie, Aimere, Golewa Selatan, hingga Jerebu’u. Sementara banjir lebih sering terjadi di Kecamatan Soa, Riung, dan Lengkosambi Utara.

“Lengkosambi masih menghadapi banyak kendala, terutama dari sisi infrastruktur, dan itu merupakan kewenangan provinsi,” ujarnya.

Egild juga menyoroti potensi dampak lanjutan dari bencana hidrometeorologi, khususnya terhadap sektor pertanian. “Dampaknya bisa menyebabkan gagal panen, dan ini berkaitan dengan kerawanan pangan,” jelasnya.

Baca juga: BPBD NTT Minta Warga Pantau Perkembangan Cuaca Lewat Medsos BMKG

Meski anggaran bencana sudah dialokasikan, BPBD mengakui ada tantangan dalam pelaksanaan siaga darurat. “Tapi ketika bencana terjadi, penanganannya tetap menjadi prioritas. Ini amanah aturan. Dan urusan kebencanaan itu pentahelix, bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” katanya.

BPBD Ngada meminta masyarakat tetap waspada, khususnya yang tinggal di daerah labil atau yang kerap dilalui aliran air saat hujan deras.(Cha).

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved