Breaking News
Sabtu, 6 Juni 2026

Ngada Terkini

Berkat Program SMK Membangun Desa, Warga Lebijaga Sulap Labu Jadi Keripik Bernilai Jual

Menurutnya, sebelum program tersebut hadir, labu Jepang kerap terbuang sia-sia dan bahkan hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
KRIPIK OLAHAN LABU - Kripik labu hasil olah kelompok ibu rumah tangga di Kelurahan Lebijaga, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT. Mereka didampingi oleh guru-guru SMK sebagai bagian dari program SMK Membangun Desa yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Kelompok usaha yang terdiri dari ibu rumah tangga dan remaja putus sekolah di Kelurahan Lebijaga, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil mengolah labu menjadi keripik yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Inovasi tersebut lahir dari upaya pemanfaatan potensi labu yang selama ini melimpah di wilayah setempat, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Kreativitas kelompok usaha ini mendapat dukungan melalui Program SMK Membangun Desa yang digagas Pemerintah Provinsi NTT. Program tersebut saat ini dilaksanakan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Ngada, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Salah seorang anggota kelompok, Novi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan para guru SMK yang telah memberikan pendampingan serta pengetahuan baru dalam mengolah pangan lokal menjadi produk bernilai jual.

Baca juga: PSN Ngada Lolos ke Putaran 32 Besar Liga 4 Nasional Lazarus Sinim Cetak Brace

Menurutnya, sebelum program tersebut hadir, labu Jepang kerap terbuang sia-sia dan bahkan hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Kini, bahan pangan lokal tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki peluang pasar.

"Selama pelatihan kami mendapat banyak ilmu dari guru-guru SMK. Kami belajar membuat bolu dari labu, ubi dan pisang, serta membuat keripik labu yang bisa dikemas dan dijual," ujar Novi.

Ia mengaku program tersebut membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Kelompok UMKM yang baru terbentuk ini berharap program tersebut dapat berlanjut sehingga tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi juga menyentuh aspek pemasaran dan pengembangan usaha.

Mereka juga berharap pemerintah dapat membantu membuka akses pasar agar produk olahan pangan lokal yang dihasilkan mampu bersaing dan dikenal masyarakat luas.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan berharap hasil olahan kami ini bisa masuk ke pasaran," kata Novi.

Sementara itu, anggota kelompok lainnya, Mersi, berharap adanya tambahan peralatan produksi guna meningkatkan kapasitas usaha yang sedang mereka rintis.

Menurutnya, dukungan sarana produksi sangat dibutuhkan agar proses pengolahan berjalan lebih cepat dan jumlah produksi dapat ditingkatkan.

"Kami rata-rata ibu rumah tangga. Kami berharap ada bantuan tambahan peralatan agar usaha ini terus berkembang. Kami juga berharap bisa dibantu dalam pengurusan izin usaha," ujar Mersi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved