Breaking News
Sabtu, 6 Juni 2026

Ngada Terkini

Program SMK Membangun Desa di Kelurahan Lebijaga Bajawa Dapat Apresiasi

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, peserta mendapat pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis kearifan lokal.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
LEONARDUS – Lurah Lebijaga, Leonardus Longa, memberikan keterangan terkait pemberdayaan UMKM di Kelurahan Lebijaga melalui dukungan Program SMK Membangun Desa yang digagas Pemerintah Provinsi NTT, Jumat (5/6/2026). 

Ringkasan Berita:- Mengembangkan potensi masyarakat melalui Program SMK Membangun Desa
- SMK Membangun Desa memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan
- Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, peserta mendapat pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis kearifan lokal

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Lurah Lebijaga, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Leonardus Longa, mengapresiasi kepedulian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mengembangkan potensi masyarakat melalui Program SMK Membangun Desa.

Kelurahan Lebijaga menjadi satu dari tiga desa/kelurahan di NTT yang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tersebut.

Leonardus mengatakan, Kelurahan Lebijaga memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, baik di bidang pangan lokal maupun kearifan budaya yang dapat menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat.

"Kami menyampaikan terima kasih karena Kelurahan Lebijaga dipilih sebagai salah satu titik fokus pelaksanaan kegiatan ini. Tentu kesempatan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat," ungkap Leonardus saat ditemui di Bajawa, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, kehadiran Program SMK Membangun Desa memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Ngada, Marselina Anna Mali Dua menjelaskan bahwa selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, peserta mendapat pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis kearifan lokal.

Selain itu, terdapat lima kelompok pengrajin tenun yang dibekali keterampilan mulai dari proses pemintalan benang, penenunan hingga teknik pencelupan dan pewarnaan kain.

"Kelompok-kelompok ini juga mendapatkan bantuan berupa peralatan tenun dan bahan pendukung agar setelah pelatihan mereka dapat terus berproduksi dan berkembang secara mandiri," ujar Marselina.

Kepala SMKN 1 Aimere itu berharap pelatihan yang diberikan mampu melahirkan UMKM baru yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap dari pelatihan ini lahir UMKM-UMKM baru. Dengan demikian, setiap kelompok dapat memperoleh keuntungan ekonomi yang bermanfaat bagi anggota dan keluarganya," katanya.

Marselina menambahkan, para instruktur yang terlibat dalam program tersebut merupakan guru-guru kreatif dari enam SMK yang memiliki kompetensi di bidang pertanian dan pengolahan hasil pangan.

Menurutnya, peserta tidak hanya diajarkan proses produksi, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai perencanaan usaha dan perhitungan bisnis agar produk yang dihasilkan memiliki prospek pasar yang baik.

"Produk yang dibuat tidak hanya diajarkan cara produksinya, tetapi juga bagaimana menghitung biaya dan peluang usaha agar ke depan dapat memberikan keuntungan bagi kelompok," tutupnya.

Program SMK Membangun Desa diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendukung pembangunan desa dan kelurahan di NTT. (cha)

 

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved