TTS Terkini
Menjelang HUT ke-103 Kota SoE, Pemda dan ASN Lingkup TTS Gelar Napak Tilas Sejarah Kota SoE
Sebelum memulai kegiatan ini Rombongan mengunjungi Sonaf Ajaobaki, Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara.
Setelah meninjau tapak sejarah di O'Besi, rombongan dilepas oleh para tetua, untuk melanjutkan kilas balik sejarah Kota SoE.
Rombongan kembali melanjutkan perjalanan mulai dari Cabang Kapan, Kecamatan Kota Soe, menuju Lapangan Voli SMA Efata Soe atau tempat pohon beringin yang usianya sama dengan Kota SoE.
Tiba dilokasi, rombongan disambut secara adat oleh Camat Kota Soe. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Kantor Pemerintah yang lama (Saat ini Kantor Dinas Pariwisata) dan berakhir di Rumah tinggal pimpinan Belanda (saat ini rumah jabatan wakil Bupati).
Dalam arahannya, Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menyampaikan kegiatan kilas balik atau napak tilas ini harus dimaknai sebagai ziarah batin mengenang perjuangan pendahulu.
"Kita mengikuti kegiatan napak tilas hari lahir Kota Soe kita tercinta ini, bukan sekadar sebuah perjalanan fisik, melainkan sebuah ziarah batin untuk mengenang kembali perjuangan para pendahulu kita. Sebuah perjalanan untuk menyusuri jejak-jejak sejarah yang telah membentuk dan membesarkan Kota Soe hingga menjadi seperti sekarang, " tegasnya.
Lioe melanjutkan bahwa melaksanakan napak tilas sejarah Kota Soe menjadi momentum penting merefleksikan perjalanan sejarah lahir dan berkembangnya Kota yang menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, pusat pertumbuhan masyarakat Kabupaten TTS.
"Langkah kita hari ini sebagai bentuk penghormatan kita kepada para pelaku sejarah lahirnya Kota Soe. Terlepas bahwa pemerintah Belanda saat itu yang berkuasa dan mendirikan Kota Soe, tetapi kita harus terus mengingat bahwa kemajuan yang kita nikmati saat ini adalah buah dari pemikiran mereka, dan pengorbanan yang luar biasa dari pemerintah lokal dan rakyat saat itu, " tegasnya.
Mengutip pernyataan Ir. Soekarno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya, Bupati TTS berpesan agar masyarakat boleh mengisi sejarah dengan karya nyata.
"Sebagai generasi penerus, kita tanggung jawab untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga mengisi sejarah ini dengan karya nyata. tantangan kita hari ini memang berbeda dengan masa lalu, tetapi semangat perjuangan, kebersamaan, dan cinta tanah air harus tetap menyala di hati masyarakat tts.
Adapun beberapa hal yang juga ditegaskan dalam momen kilas balik sejarah Kota Soe yang akan berusia 103 pada (1/9/2025) yang akan datang.
"Kita harus menjadikan sejarah sebagai inspirasi membangun TTS, selain itu perlu adanya rasa cinta daerah dalam diri kita sebagai akar budaya dan identitas. Serta menguatkan persatuan, toleransi dan gotong royong sebagai modal sosial, " tekan Bupati TTS.
Diakhir arahannya ia mengajak seluruh peserta memaknai momen ini sebagai tinggal untuk memperkuat jati diri, meneguhkan langkah komitmen dalam pembangunan Kabupaten TTS kedepan. (any)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.