TTS Terkini
Menjelang HUT ke-103 Kota SoE, Pemda dan ASN Lingkup TTS Gelar Napak Tilas Sejarah Kota SoE
Sebelum memulai kegiatan ini Rombongan mengunjungi Sonaf Ajaobaki, Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara.
Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE- Menjelang hari ulang tahun (HUT) ke-103 Kota SoE, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bersama seluruh pegawai negeri lingkup kerja Pemda TTS melakukan Napak Tilas Onderafdelling Zuid Midden Timor dari Desa O'Besi/Kapan ke Kota SoE, pada Jumat (29/8/2025).
Hadir dalam kegiatan ini Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten TTS, Arsianus Nenobahan, Forkopimda Kabupaten TTS, Sekda Kabupaten TTS.
Hadir pula Staff Ahli Bupati, Asisten Sekda TTS, Pimpinan OPD, Pimpinan badan veritikal, Para Camat, Kepala Desa, pimpinan BUMN/BUMD, Forkopimcam, Ketua Darmawanita, dan seluruh ASN lingkup kerja Kabupaten TTS.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memelihara sejarah dan situs bersejarah yang berkaitan dengan sejarah awal pemindahan pemerintahan ke Kota Soe.
Baca juga: Mulai Ramai, UMKM di Kota SoE Mulai Ambil Bagian dalam Car Free Day
Napak tilas ini dilakukan dari Desa O'Besi, Kecamatan Mollo Selatan, dengan mengunjungi situs sejarah, dan berlanjut hingga ke Kota Soe.
Sebelum memulai kegiatan ini Rombongan mengunjungi Sonaf Ajaobaki, Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara.
Ini merupakan rumah tinggal atau istana raja Mollo atau usif yang disebut Usif Oematan.
Selanjutnya bergerak ke Desa O'besi yang menjadi pusat pemerintahan Onderafdelling Zuid Midden Timor dahulu. Pada lokasi ini dilaksanakan upacara peringatan pemindahan pemerintahan yang dipimpin langsung oleh Bupati TTS.
Dalam kesempatan ini, Camat Mollo Utara, Boy Tega, membacakan sejarah awal kota Soe sebagai ibu kota pemerintahan. Adapun beberapa hal yang ditekankan dalam pembacaan tersebut seperti bagian pemerintahan Onderafdelling Zuid Midden Timor dan alasan pemindahan pemerintahan.
Ia menyampaikan bahwa Belanda membentuk Onderafdelling Zuid Midden Timor yang meliputi tiga kerajaan yang berstatus otonomi yaitu Kerajaan Amanuban, Kerajaan Amanatun dan Kerajaan Mollo.
Baca juga: Bupati TTS Serahkan Bantuan Beras CPP kepada Pengungsi di Kota SoE
"Pada awal pembentukannya, pusat pemerintahan ditetapkan di O'Besi yang lokasinya sekarang dikenal dengan embun Mollo," tegasnya.
Camat Mollo Utara melanjutkan bahwa pemindahan ibu kota dari O'Besi ke Kota Soe dikarenakan pihak Belanda merasa bahwa lokasi pusat pemerintahan di O'Besi sangat jauh dari Kerajaan Amanuban dan Amanatun. Pemerintahan Belanda mulai melakukan pembangunan untuk persiapan pemindahan pemerintahan.
"Oleh karena itu, pada (1/9/1922), Kota Soe diresmikan oleh pemerintah Belanda sebagai pusat pemerintahan Onderafdelling Zuid Midden Timor yang baru. Hal ini ditandai dengan penanaman pohon beringin yang berlokasi di Lapangan Voli SMA Efata, Soe, " jelasnya.
Di Desa O'Besi juga, semua peserta napak tilas yang hadir, melihat dan mengunjungi bangunan lama peninggalan pemerintahan Belanda berupa Asrama polisi, Kantor pemerintahan dan Balai Pengobatan, serta sumur yang berlokasi di Gereja Ebenhaezer, Kapan, Mollo Utara.
Setelah meninjau tapak sejarah di O'Besi, rombongan dilepas oleh para tetua, untuk melanjutkan kilas balik sejarah Kota SoE.
Rombongan kembali melanjutkan perjalanan mulai dari Cabang Kapan, Kecamatan Kota Soe, menuju Lapangan Voli SMA Efata Soe atau tempat pohon beringin yang usianya sama dengan Kota SoE.
Tiba dilokasi, rombongan disambut secara adat oleh Camat Kota Soe. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Kantor Pemerintah yang lama (Saat ini Kantor Dinas Pariwisata) dan berakhir di Rumah tinggal pimpinan Belanda (saat ini rumah jabatan wakil Bupati).
Dalam arahannya, Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menyampaikan kegiatan kilas balik atau napak tilas ini harus dimaknai sebagai ziarah batin mengenang perjuangan pendahulu.
"Kita mengikuti kegiatan napak tilas hari lahir Kota Soe kita tercinta ini, bukan sekadar sebuah perjalanan fisik, melainkan sebuah ziarah batin untuk mengenang kembali perjuangan para pendahulu kita. Sebuah perjalanan untuk menyusuri jejak-jejak sejarah yang telah membentuk dan membesarkan Kota Soe hingga menjadi seperti sekarang, " tegasnya.
Lioe melanjutkan bahwa melaksanakan napak tilas sejarah Kota Soe menjadi momentum penting merefleksikan perjalanan sejarah lahir dan berkembangnya Kota yang menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, pusat pertumbuhan masyarakat Kabupaten TTS.
"Langkah kita hari ini sebagai bentuk penghormatan kita kepada para pelaku sejarah lahirnya Kota Soe. Terlepas bahwa pemerintah Belanda saat itu yang berkuasa dan mendirikan Kota Soe, tetapi kita harus terus mengingat bahwa kemajuan yang kita nikmati saat ini adalah buah dari pemikiran mereka, dan pengorbanan yang luar biasa dari pemerintah lokal dan rakyat saat itu, " tegasnya.
Mengutip pernyataan Ir. Soekarno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya, Bupati TTS berpesan agar masyarakat boleh mengisi sejarah dengan karya nyata.
"Sebagai generasi penerus, kita tanggung jawab untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga mengisi sejarah ini dengan karya nyata. tantangan kita hari ini memang berbeda dengan masa lalu, tetapi semangat perjuangan, kebersamaan, dan cinta tanah air harus tetap menyala di hati masyarakat tts.
Adapun beberapa hal yang juga ditegaskan dalam momen kilas balik sejarah Kota Soe yang akan berusia 103 pada (1/9/2025) yang akan datang.
"Kita harus menjadikan sejarah sebagai inspirasi membangun TTS, selain itu perlu adanya rasa cinta daerah dalam diri kita sebagai akar budaya dan identitas. Serta menguatkan persatuan, toleransi dan gotong royong sebagai modal sosial, " tekan Bupati TTS.
Diakhir arahannya ia mengajak seluruh peserta memaknai momen ini sebagai tinggal untuk memperkuat jati diri, meneguhkan langkah komitmen dalam pembangunan Kabupaten TTS kedepan. (any)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.