Liputan Khusus
LIPSUS: Driver Ojol Beralih ke Pertalite, Pemerintah Naikan Harga BBM
Driver ojek online (ojol) Grab dan Maxim di Sumba Timur, NTT kaget mendengar harga BBM nonsubsidi Pertamax yang mengalami kenaikan
Sebab, berdasarkan aturan Pemerintah Provinsi NTT, kendaraan berpelat luar NTT tidak diperbolehkan mengisi BBM subsidi seperti Pertalite. “Pelat luar NTT pasti terasa,” ujarnya singkat.
Manajer Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Matawai di Kota Waingapu, Datuk Albi Algadri mengatakan, kenaikan itu berlaku sejak Rabu (10/6) dini hari. “Naik dari harga Rp12.300, sekarang Rp16.250,” katanya.
Ia mengatakan, belum tahu pasti alasan kenaikan BBM tersebut. Ia memastikan bahwa pasokan BBM masin aman. Pertamina kata dia, masih menyuplai sesuai permintaan mereka.
“Hari ini (kemarin, Red), SPBU ini mendapatkan pasokan Pertamax 8 ribu liter, Pertalite 16 ribu liter, Bio Solar 8 ribu liter dan Dexlite 4 ribu liter,” ujarnya.
Sementara itu, Iksan Ahmad warga Kota Kupang bercerita ihwal kenaikan harga tiket pesawat rute Kupang ke pulau Sumba. Sebelumnya, harga tiket rata-rata berkisar Rp 1,2 hingga Rp 1,5 juta. Kini harga itu sudah berada di angka Rp 1,7 juta.
"Dulu itu kalau kita dengan Nam ke Tambolaka, masih bisa kita dapat Rp 1,2, kadang juga dia dibawa Rp 1 jutaan. Sekarang rata-rata sudah diatas Rp 1,5 juta," ujarnya.
Iksan juga menyebut telah memantau harga tiket kapal swasta ke rute yang sama. Namun dia tidak memastikan harga lebih detail. Kenaikan harga BBM yang baru diberlakukan Pemerintah itu akan berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat maupun kapal.
"Kalau kita sering baca-baca itu, biasanya harga BBM naik itu, harga lain juga naik. Apalagi kita di NTT. Tapi mudah-mudahan tidaklah," katanya.
Antrean Panjang di SPBU
Kenaikan harga BBM non subsidi di Kota Kefamenanu dihiasi antrean panjang kendaraan di SPBU 54.856.03 Kefamenanu, Kabupaten TTU pada , Rabu (10/6). Ratusan kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam mengantre panjang di titik tersebut.
Pantauan Pos Kupang, ratusan kendaraan tampak mengantre di dalam kawasan SPBU 54.856.03 Kefamenanu. Tidak hanya itu, antrean kendaraan juga terlihat di sepanjang jalan menuju SPBU itu. Antrean panjang tidak hanya terjadi pada satu arah tetapi juga tampak di arah berlawanan.
Hingga pukul 19.00 Wita antrean tak kunjung berkurang. Antrean panjang menyebabkan arus lalu lintas di dua jalur Jalan El Tari di depan SPBU 54.856.03 tergantung. Sejumlah kendaraan yang melintas harus mengantre di depan SPBU tersebut karena terhambat antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM.
Sementara itu, BBM di SPBU 54.856.02 Kefamenanu telah habis. Tampak tidak ada pelayanan pembelian BBM di lokasi itu alias sepi.
Warga Kota Kefamenanu, Maria Pasi menyebut kondisi antrean panjang ini merupakan fenomena yang tidak biasa terjadi. Hal ini menyebabkan kepanikan warga. "Biasanya, hanya satu arah dari arah barat saja. Sekarang antrean panjang juga datang dari arah utara," ucapnya.
Ia berharap pemerintah segera menurunkan harga BBM. Pasalnya, kenaikan BBM selalu menjadi alarm kenaikan harga barang dan situasi ekonomi yang sulit.
| LIPSUS: SPPG Kota Atambua Sempat Tak Beroperasi, Dana Operasional dari Pusat Sempat Tersendat |
|
|---|
| LIPSUS: BGN Tidak Buka SPPG Baru, Refocusing Penerima Manfaat MBG, Fokus Bangun di Daerah 3 T |
|
|---|
| LIPSUS: Audit Dapur SPPG di NTT, Jual Beli Titik Program MBG, Dana Tersendat, SPPG di Malaka Tutup |
|
|---|
| LIPSUS: Ribuan PPPK Paruh Waktu di NTT Bingung , Sejak Januari 2026 Belum Terima Gaji, Pinjam Uang |
|
|---|
| LIPSUS: Harga Elpiji Terus Meroket , Stok di Penyalur Kosong, Stasiun Elpiji Beroperasi di Kupang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pengisian-BBM-di-SPBU-Lasiana.jpg)