Beranda Kita
Beranda Kita: Yasinta
Teman kuliah beta di Kupang pada awal tahun 1990-an asal Flores barat pernah memberitahu bahwa di daerahnya ada orang bernama Maria Yasinta Sengsara.
Penulis: Dion DB Putra | Editor: Oby Lewanmeru
Teman kuliah beta di Kupang pada awal tahun 1990-an asal Flores barat pernah memberitahu bahwa di daerahnya ada orang bernama Maria Yasinta Sengsara.
Mengapa nama belakangnya Sengsara? "Ibunya sangat menderita ketika melahirkan dia," kata temanku sambil tersenyum. Nama ini belum tentu sungguh nyata karena waktu itu beta tidak memvalidasinya lebih jauh.
Nama unik yang sungguhan adalah rekan kerjaku di Harian Pos Kupang. Dia wartawan angkatan kedua, bergabung pada tahun 1993. Nama lengkapnya Stanislaus Peluru.
Baca juga: Beranda Kita: Kisah Sepotong Tahu
Stanis, wartawan yang ulet dan disiplin, umumnya hanya tersenyum kalau ada yang bertanya mengapa nama belakangnya Peluru? Entah apa yang menginspirasi kedua orangnya sehingga memberi nama tersebut.
Stanislaus Peluru berasal dari Flores Barat, tepatnya wilayah Manggarai. Di luar aktivitas jurnalistik, Stanislaus Peluru sempat menjadi anggota DPRD di Kabupaten Alor.
Kembali ke nama Yasinta, tentu saja yang sedang viral adalah perempuan asal Merauke, Yasinta Moiwend atau biasa disapa Mama Sinta. Mama Sinta merupakan satu di antara tokoh dalam film dokumenter Pesta Babi.
Ikhwal pro kontra film Pesta Babi, tuan dan puan yang pernah berada di era Orde Baru seolah deja vu kan? Beta juga. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Beranda-Kita-ilustrasi.jpg)