NTT Terkini
Kemiskinan dan Putus Sekolah Masih Membelit Warga eks Timor Timur di Kupang
Salah seorang warga eks Timor Timur, Petrus Lopes, mengungkapkan sejak 1999 hingga saat ini, masyarakat di sejumlah kamp seperti Noelbaki,
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
"Kemiskinan ekstrem ini sangat berpengaruh seperti kejahatan di jalanan, putus sekolah sampai mereka memilih untuk merantau," ujarnya.
Christina juga menyoroti pembangunan 2.100 unit rumah khusus (Rusus) bagi eks pejuang Timor-Timur di Desa Oebola Dalam, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Menurutnya, program tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat karena tidak disertai penyediaan lahan pertanian.
"Mereka dibiarkan mencari lahan pertanian sendiri. Ini ketimpangan yang selama ini masyarakat alami," katanya.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Christina menilai solusi yang perlu segera dilakukan pemerintah adalah menyediakan lahan pertanian, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kuota beasiswa khusus bagi warga eks Timor Timur.
"Mereka mengeluhkan tidak punya beasiswa, lahan, dan pekerjaan tetap sehingga masih bergantung pada koperasi harian. Ini seperti lingkaran setan yang terus berulang," ujarnya.
Sementara itu, dosen Ilmu Politik Undana, Daud Beriledang, menilai persoalan yang dihadapi warga eks Timor Timur menunjukkan masih adanya ketimpangan dan diskriminasi yang perlu mendapat perhatian serius negara.
Menurut Daud, nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi dasar dan filosofi negara, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan yang mampu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hal itu, ujar dia, termasuk masyarakat eks Timor Timur yang hingga kini masih berjuang keluar dari kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan. (fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| BERITA POPULER:Pegawai Koperasi di TTS Dipolisikan, Dugaan Pencurian Sapi di TTU, Taman Kota di Ende |
|
|---|
| Musprov ICF NTT 2026 Dorong Transformasi Organisasi dan Pengembangan Sport Tourism Berbasis Sepeda |
|
|---|
| DPRD NTT Dorong Rekonsiliasi Konflik Swasti Sari, Minta Semua Pihak Utamakan Kepentingan Anggota |
|
|---|
| PLN Energize Perubahan Daya Listrik Nihi Rote ke Daya 690 kVA |
|
|---|
| Kejelasan Batas Tanah Penting, Warga Diminta Segera Pasang Patok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Christina-Beatrix-Banase-akademisi-Ilmu-Politik-Undana-kiri-dosen-Ilmu-Politik-Undana.jpg)