Sabtu, 9 Mei 2026

NTT Terkini

Bakti PLN untuk Keselamatan Warga Salura di Hari Buruh

Sosialisasi ini menyasar langsung jantung kehidupan masyarakat: lingkungan rumah tangga. Para ibu menjadi fokus utama

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
John L Meta, Team Leader K3L PLN UP3 Sumba rompi biru) saat mengedukasi anak-anak pulau Salura tentang caranya memanfaat listrik yang baik dan benar untuk menghindari timbulnya bahaya yang berakhibat fatal untuk keselamatan. 

POS-KUPANG.COM, SALURA – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Sumba melakukan perjalanan ke salah satu pulau terluar Indonesia untuk menggelar kampanye budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kamis (30/4/2026) lalu.

Bagi PLN, menghadirkan listrik bukan sekadar memastikan lampu menyala, melainkan memastikan setiap aliran daya di rumah warga tetap aman dan nyaman digunakan.

Melalui pendekatan yang hangat dan menyentuh sisi keluarga, PLN mengajak warga Pulau Salura, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, untuk lebih peduli terhadap potensi bahaya listrik di sekitar mereka.

Sosialisasi ini menyasar langsung jantung kehidupan masyarakat: lingkungan rumah tangga. Para ibu menjadi fokus utama dalam edukasi penggunaan peralatan listrik harian yang aman.

 Tak hanya itu, Team Leader Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) PLN UP3 Sumba, John L. Meta, secara khusus merangkul anak-anak di pulau tersebut dengan pendekatan yang sederhana dan interaktif.

Anak-anak diajak mengenali "sahabat listrik" sekaligus memahami batasannya—seperti tidak bermain di dekat stop kontak, menjauhi kabel yang terkelupas, serta tetap waspada saat menggunakan HP yang sedang diisi daya.

Baca juga: Peringati Hari Buruh, PLN Perkuat Keandalan Transmisi Flores dan Komitmen Transisi Energi

Manager PLN UP3 Sumba, Ronald Tilmans, mengatakan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kolektif. Ia menekankan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam membentuk perilaku aman pada anak sejak dini.

“Keselamatan ketenagalistrikan harus menjadi budaya bersama. Kami akan terus melakukan edukasi ini secara berkelanjutan, baik secara tatap muka maupun melalui kanal digital, agar pesan keselamatan ini meresap ke seluruh lapisan masyarakat,” jelas Ronald.

Manfaat edukasi ini dirasakan langsung oleh warga. Ibu Fatimah, salah satu penduduk Pulau Salura, mengaku kini merasa lebih tenang saat beraktivitas di rumah.

“Kami sangat terbantu. Sekarang kami jadi lebih paham bagaimana menggunakan listrik dengan benar. Yang paling penting, kami tahu cara menjaga anak-anak agar tetap aman dari bahaya listrik,” ungkapnya dengan penuh syukur.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan komitmen keselamatan PLN tidak mengenal batas geografis.

“Listrik adalah penggerak ekonomi dan kesejahteraan, namun keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi yang tidak boleh ditawar. Kehadiran kami di Pulau Salura adalah bukti bahwa PLN ingin setiap warga di pulau terluar sekalipun memiliki pemahaman yang sama baiknya mengenai K3 Kelistrikan. Kami ingin budaya aman ini tumbuh dari dalam rumah, demi melindungi orang-orang yang kita sayangi,” ujar Eko.

Melalui kegiatan ini, PLN berharap partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga instalasi listrik di lingkungannya dapat terus meningkat, sehingga tercipta penggunaan energi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di pelosok NTT. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved