NTT Terkini
Progres Penyaluran BOS di NTT Capai Rp736,55 Miliar, Realisasi Tembus 50,36 Persen
Adi menjelaskan, data tersebut dihimpun dari enam Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang tersebar di wilayah NTT.
Ringkasan Berita:
- Penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan progres positif
- Hingga 4 Mei 2026, realisasi penyaluran BOS telah mencapai Rp736,55 miliar dari total pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp1,46 triliun, atau setara 50,36 persen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan progres positif dalam mendukung keberlangsungan operasional satuan pendidikan.
Berdasarkan rilis yang diterima POS-KUPANG.COM (5/5/2026), Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTT, Adi Setiawan, menyampaikan hingga 4 Mei 2026, realisasi penyaluran BOS telah mencapai Rp736,55 miliar dari total pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp1,46 triliun, atau setara 50,36 persen.
Adi menjelaskan, data tersebut dihimpun dari enam Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang tersebar di wilayah NTT.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa BOS di NTT terbagi menjadi dua jenis. Pertama, BOS Reguler yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional rutin satuan pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah. Program ini telah menjangkau 8.082 sekolah dengan total 1.180.932 siswa.
Kedua, BOS Afirmasi yang diperuntukkan bagi satuan pendidikan di daerah khusus sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Program ini telah tersalurkan kepada 949 sekolah dengan total 89.218 siswa.
Secara umum, realisasi penyaluran BOS di seluruh kabupaten/kota berada pada kisaran 47 persen hingga 52 persen. Hal ini menunjukkan distribusi penyaluran yang relatif merata di seluruh wilayah NTT.
Beberapa daerah dengan capaian realisasi tertinggi antara lain Kabupaten Sikka sebesar 52,45 persen, Kabupaten Alor 52,41 persen, dan Kabupaten Manggarai Timur 52,10 persen.
Sementara itu, daerah yang realisasinya masih perlu didorong yakni Kabupaten Nagekeo sebesar 47,97 persen, Kota Kupang 49,10 persen, serta Kabupaten Belu 49,12 persen.
Adi menambahkan, penyaluran BOS bertujuan untuk mendukung pembiayaan operasional sekolah, termasuk penyediaan bahan pembelajaran, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
Baca juga: Kadis P dan K TTU Tegaskan Dana Kolaborasi Hardiknas Bersumber dari BOS
Menurutnya, capaian realisasi hingga awal Mei ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya kesiapan dan validasi data satuan pendidikan, kelengkapan dokumen persyaratan penyaluran, serta proses administrasi di tingkat pemerintah daerah.
Untuk mempercepat penyaluran BOS, pihaknya terus melakukan berbagai langkah strategis, seperti penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan, monitoring dan evaluasi berkala terhadap progres penyaluran, serta pendampingan dalam pemenuhan persyaratan administrasi.
Dengan berbagai upaya akselerasi tersebut, diharapkan penyaluran BOS dapat segera diterima seluruh sekolah di NTT sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pembelajaran. (uan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
NTT Terkini
Bantuan Operasional Sekolah
dana BOS
Kanwil DJPb
Adi Setiawan
POS-KUPANG.COM
penyaluran BOS
| Di Tengah Disrupsi dan Kesenjangan, FKIP UCB Dorong Transformasi Pendidikan Abad ke-21 |
|
|---|
| DPRD NTT Minta Pemerataan Pendidikan Jadi Fokus Kunjungan Mendikdasmen |
|
|---|
| BERITA POPULER : Pengacara Sisco Bessi Diperiksa Kejati NTT, Penggusuran Rumah di Ende |
|
|---|
| Buntut Sebut Oknum Jaksa Peras Kontraktor, Fransisco Bessi Jalani Pemeriksaan di Kejati NTT |
|
|---|
| Menteri Pendidikan Dasar Janji Kirim Alat Peraga Anak untuk TK Kristen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kakanwil-DJPb-Provinsi-NTT-Adi-Setiawan-dalam-konferensi-pers-yang-di-Aula-DJPb-NTT.jpg)