Minggu, 26 April 2026

Profil Julia Lacsma Manafe dan Denting Sasando di 3rd NCAP

Sasando bukan sekadar instrumen, melainkan representasi identitas masyarakat Rote yang kaya akan nilai. 

Editor: Dion DB Putra
FOTO KIRIMAN JB KLEDEN
Julia Lacsma Manafe 

Sekaligus menunjukkan bahwa musik tradisi mampu membangun partisipasi komunitas dan gerakan sosial yang lebih besar merangkai di era digital.

Suka Sasando? “Lebih dari suka,” katanya. “Melalui Sasando saya belajar tentang diri saya sendiri. Bagaimana saya terus memperbaiki diri dalam bermusik.” 

Bagi seseorang, menyanyi bisa jadi powerfull tool. Tapi bagi seorang Julia Lacsma Manafe, powerfull toolnya, weaponnya, voicenya, ya, dengan instrumennya: Sasando. “Sasandoku adalah suaraku,” ujarnya malu-malu.

Di era global multimedia sekarang, tinggal kita sendiri mau menentukan harus berkarya di level apa. Apakah harus menempatkan diri pada level alam semesta ataukah cukup merasa puas hanya dengan populer di media sosial? 

Julia Lacsma Manafe, teruslah bertumbuh, teruslah bersasando. Setiap petikanmu adalah irama yang menembus batas waktu. 

Sasandoku adalah suaraku adalah sebuah tekad yang kau bawa dalam sunyi, tapi sekaligus janji bahwa tradisi tak akan pernah padam. 

Dari jemari mudamu lahir nada-nada yang menjembatani akar dan masa depan, mengikat kita pada harmoni yang abadi dalam kebhinekaan. (*)


Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved