Profil Julia Lacsma Manafe dan Denting Sasando di 3rd NCAP
Sasando bukan sekadar instrumen, melainkan representasi identitas masyarakat Rote yang kaya akan nilai.
Meskipun merupakan alat musik yang kompleks, jika dipelajari dengan lebih mendalam, suara yang merdu membuat sasando terdengar harmonis bahkan bila hanya dimainkan dengan teknik dasarnya.
Dalam seni pertunjukan, Sasando bisa dimainkan di berbagai jenis pertunjukkan, bahkan dalam konser kebudayaan.
Sasando bisa menjadi instrumen utama yang mampu memberikan identitas dari suatu budaya yang ditampilkan.
Kepedulian Julia terhadap alat musik tradisional Sasando ini tidak pernah surut.
Ia mulai memainkan Sasando sejak usia belia, sejak kelas 4 SD, dari umur 8 tahun hingga sekarang, umur 19 tahun dan berkuliah di IAKN Kupang semester 4.
Tahun 2018 mengikuti Konser Sasando 10 Jari Natalino Mela Bersama Dinas Pendidikan NTT. Tahun 2019 menjadi narasumber kegiatan pekan NTT dan Book Week oleh KB-TL Lentera Harapan Kupang.
Tahun 2022 konser 1000 Sasando “Magical Sound of Sansando For The World” oleh Izhu Nisnoni yang memecahkan rekor Muri.
Tahun 2023 Permainan Musik Sasando pada Peringatan HUT RI Ke-78 di Istana Kepresiden RI dan 2024, Konser Tabuh-Tabuh Bertalu-Talu (100 Siswa Bermain Perkusi).
Berbagai konser yan diikutinya bukan hanya kegemaran pada seni pertunjukkan tetapi juga keinginan untuk memperkenalkan dan merawat keberlanjutan alat musik tradisional ini.
Legenda Sasando
Orang Rote menyebut Sasando dengan kata ”Sasandu” artinya alat yang bergetar atau berbunyi dengan tujuh tali senar.
Tetapi dalam bahasa Kupang sering disebut Sasando, yakni alat musik berdawai dimainkan dengan cara memetik dengan jari jemari tangan.
Tapi tahukah kita bahwa bunyi Sasando yang lembut dan merdu sesungguhnya adalah melodi cinta seorang lelaki kepada Perempuan yang ingin dipersuntingnya?
Sebuah alat musik memiliki sejarah, asal–usul yang selalu berhubungan dengan budaya lokal.
Cerita asal-usul Sasando yang lebih populer mengisahkan. Seorang pemuda bernama Sangguana terdampar di Pulau Ndana. Ia lalu dibawa menghadap Raja Rote.
Setiap malam rakyat menghibur raja dan keluarganya dengan tarian dan musik. Putri raja minta kepada Sangguana membuatkan alat musik yang indah, beda dari yang ada agar bisa menikahinya.
Julia Lacsma Manafe
JB Kleden
Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Institut Agama Kristen Negeri
Sasando
Alat Musik Sasando
Rote Ndao
| Ketua KADIN Rote Ndao Terpilih Simson Polin Dukung Penguatan UMKM |
|
|---|
| Perkuat Sinergi Usaha, Pemkab Rote Ndao Dukung Pengurus KADIN Periode 2026-2031 yang Dilantik |
|
|---|
| Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Rote Ndao Konsen pada SDM, Ekonomi Bernilai Tambah dan Infrastruktur |
|
|---|
| Pemkab Rote Ndao Gelar Kampanye Eliminasi Malaria di Desa Faifua |
|
|---|
| Dosen Perundung Mahasiswa di IAKN Kupang Tak Sekali Intimadasi, Kejadian Sejak Tahun 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Julia-Lacsma-Manafe.jpg)