Minggu, 26 April 2026

Profil Julia Lacsma Manafe dan Denting Sasando di 3rd NCAP

Sasando bukan sekadar instrumen, melainkan representasi identitas masyarakat Rote yang kaya akan nilai. 

Editor: Dion DB Putra
FOTO KIRIMAN JB KLEDEN
Julia Lacsma Manafe 

Oleh: JB Kleden
Dosen  Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Ada  kegelisahan bahwa anak-anak sekarang lebih suka pegang ponsel ketimbang alat musik tradisional. 

Julia Lacsma Manafe adalah sebuah pengecualian. Ia satu dari sedikit generasi muda NTT yang selalu ingat untuk bermain Sasando dan bernyanyi bolelebo. 

Di tengah determinasi homogenitas musik berbasis kecerdasan buatan (AI), 3rd NCAP (National Conference on Art Performance) yang diselenggarakan Program Studi Seni Pertunjukkan Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, 23-24 April 2026 secara daring, menghadirkan nuansa berbeda melalui kehadiran Julia Lacsma Manafe dari GMIT Ebenhaezer Oeba. 

Ia membawa suara khas Sasando, alat musik tradisional Rote, Nusa Tenggara Timur, sebagai simbol keunikan budaya yang menolak homogenitas.

Baca juga: Sosok Tokoh Daerah NTT, Jermias Pahl Putra Rote yang Melestarikan Sasando 

Sasando bukan sekadar instrumen, melainkan representasi identitas masyarakat Rote yang kaya akan nilai. 

Dalam konteks Art Perform Dalam Masyarakat Multikultural, Julia Lacsma Manafe seperti ingin mempertegas  Sasando menjadi simbol bahwa alat musik tradisional masih relevan, bahkan semakin penting, di tengah masyarakat multikultural yang berhadapan dengan tantangan globalisasi dan teknologi.

Di antara para narasumber yang merupakan profesional musik,  Julia Lacsma Manafe mahasiswi semester IV Prodi Seni Pertunjukkan ini memberikan warna tersendiri bagi 3rd NCAP. 

Ia mengingatkan bahwa di balik kecanggihan AI, manusia tetap membutuhkan sentuhan budaya yang autentik, musik yang lahir dari tanah, tradisi, dan jiwa masyarakat.

Ia tidak tampil dengan teori-teori yang nyelimet. Ia memesonakan para peserta justeru karena kesederhanaannya dalam menarasikan “Teknik Permainan Sasando  Bagi Pemula Dalam Konteks Seni Pertunjukan.”  

Penjelasannya, tidak ribet membuat peserta dengan mudah memahami musik tradisi ini. 

Infografis
Infografis (FOTO KIRIMAN JB KLEDEN)

 Ia menuturkan Sasando telah mengalami evolusi dari Sasando Gong, menuju Sasando Biola dan Sasando Elektrik.  

Meskipun berevolusi, pada permainan Sasando satu hal yang perlu diperhatikan adalah keselarasan antara kedua tangan, karena setiap tangan mempunyai peran yang berbeda. 

Tangan kiri memainkan melodi dan bas, dan tangan kanan sebagai rythim/ akor dan bas untuk menjaga tempo agar tetap stabil.  

Petikan bass yang digunakan pada permainan sasando biasanya hanya dibunyikan pada ketukan kuat sesuai dengan tempo.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved