Profil Julia Lacsma Manafe dan Denting Sasando di 3rd NCAP
Sasando bukan sekadar instrumen, melainkan representasi identitas masyarakat Rote yang kaya akan nilai.
Oleh: JB Kleden
Dosen Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Ada kegelisahan bahwa anak-anak sekarang lebih suka pegang ponsel ketimbang alat musik tradisional.
Julia Lacsma Manafe adalah sebuah pengecualian. Ia satu dari sedikit generasi muda NTT yang selalu ingat untuk bermain Sasando dan bernyanyi bolelebo.
Di tengah determinasi homogenitas musik berbasis kecerdasan buatan (AI), 3rd NCAP (National Conference on Art Performance) yang diselenggarakan Program Studi Seni Pertunjukkan Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, 23-24 April 2026 secara daring, menghadirkan nuansa berbeda melalui kehadiran Julia Lacsma Manafe dari GMIT Ebenhaezer Oeba.
Ia membawa suara khas Sasando, alat musik tradisional Rote, Nusa Tenggara Timur, sebagai simbol keunikan budaya yang menolak homogenitas.
Baca juga: Sosok Tokoh Daerah NTT, Jermias Pahl Putra Rote yang Melestarikan Sasando
Sasando bukan sekadar instrumen, melainkan representasi identitas masyarakat Rote yang kaya akan nilai.
Dalam konteks Art Perform Dalam Masyarakat Multikultural, Julia Lacsma Manafe seperti ingin mempertegas Sasando menjadi simbol bahwa alat musik tradisional masih relevan, bahkan semakin penting, di tengah masyarakat multikultural yang berhadapan dengan tantangan globalisasi dan teknologi.
Di antara para narasumber yang merupakan profesional musik, Julia Lacsma Manafe mahasiswi semester IV Prodi Seni Pertunjukkan ini memberikan warna tersendiri bagi 3rd NCAP.
Ia mengingatkan bahwa di balik kecanggihan AI, manusia tetap membutuhkan sentuhan budaya yang autentik, musik yang lahir dari tanah, tradisi, dan jiwa masyarakat.
Ia tidak tampil dengan teori-teori yang nyelimet. Ia memesonakan para peserta justeru karena kesederhanaannya dalam menarasikan “Teknik Permainan Sasando Bagi Pemula Dalam Konteks Seni Pertunjukan.”
Penjelasannya, tidak ribet membuat peserta dengan mudah memahami musik tradisi ini.
Ia menuturkan Sasando telah mengalami evolusi dari Sasando Gong, menuju Sasando Biola dan Sasando Elektrik.
Meskipun berevolusi, pada permainan Sasando satu hal yang perlu diperhatikan adalah keselarasan antara kedua tangan, karena setiap tangan mempunyai peran yang berbeda.
Tangan kiri memainkan melodi dan bas, dan tangan kanan sebagai rythim/ akor dan bas untuk menjaga tempo agar tetap stabil.
Petikan bass yang digunakan pada permainan sasando biasanya hanya dibunyikan pada ketukan kuat sesuai dengan tempo.
Julia Lacsma Manafe
JB Kleden
Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Institut Agama Kristen Negeri
Sasando
Alat Musik Sasando
Rote Ndao
| Ketua KADIN Rote Ndao Terpilih Simson Polin Dukung Penguatan UMKM |
|
|---|
| Perkuat Sinergi Usaha, Pemkab Rote Ndao Dukung Pengurus KADIN Periode 2026-2031 yang Dilantik |
|
|---|
| Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Rote Ndao Konsen pada SDM, Ekonomi Bernilai Tambah dan Infrastruktur |
|
|---|
| Pemkab Rote Ndao Gelar Kampanye Eliminasi Malaria di Desa Faifua |
|
|---|
| Dosen Perundung Mahasiswa di IAKN Kupang Tak Sekali Intimadasi, Kejadian Sejak Tahun 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Julia-Lacsma-Manafe.jpg)