Minggu, 3 Mei 2026

EDITORIAL

Editorial: Kelangkaan Elpiji

SUDAH tiga pekan lamanya, Mas Nur, pedagang salome di Kota Kupang, Memutar otak demi mempertahankan asap dapurnya tetap mengepul

Tayang:
POS-KUPANG.COM/HO
ELPIJI - Sejumlah warga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan kelangkaan elpiji yang dialami sejak beberapa pekan terakhir. PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus belum merespons situasi terbaru ini. 

Ringkasan Berita:
  • Harga gas elpiji ukuran 12 kilogram di Kota Kupang sebelumnya berkisar antara Rp 240 ribu hingga Rp 250 ribu per tabung. Namun, saat ini  melonjak hingga Rp 350 ribu per tabung.
  • Kenaikan sebesar itu sungguh mencekik pedagang kecil (UMKM) seperti Mas Nur. 
  • Mereka telah menderita hampir sebulan dan belum ada sinyal segera berakhir. 
  • Kelangkaan stok elpiji 12 kg memaksa mereka saling meminjam tabung agar tetap bisa menjalankan roda usaha.

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - SUDAH tiga pekan lamanya, Mas Nur, seorang pedagang salome di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus memutar otak demi mempertahankan asap dapurnya tetap mengepul.

Kelangkaan stok elpiji di pasaran tidak hanya membuatnya kesulitan berjualan, tetapi juga memicu lonjakan harga gila-gilaan hingga mencapai tiga ratusan ribu rupiah per tabung untuk ukuran 12 kilogram.

Harga gas elpiji ukuran 12 kilogram di Kota Kupang sebelumnya berkisar antara Rp 240 ribu hingga Rp 250 ribu per tabung. Namun, saat ini  melonjak hingga Rp 350 ribu per tabung.

Kenaikan sebesar itu sungguh mencekik pedagang kecil (UMKM) seperti Mas Nur. Mereka telah menderita hampir sebulan dan belum ada sinyal segera berakhir.

Kelangkaan stok elpiji 12 kg memaksa mereka saling meminjam tabung agar tetap bisa menjalankan roda usaha.

Sebagai provinsi kepulauan problem klasik di NTT adalah distribusi yang mengandalkan transportasi laut dari dan ke Pulau Jawa. Kita semua memaklumi bahwa sejak awal tahun cuaca di perairan Indonesia tidak baik-baik saja.

Cukup sering mengalami gelombang tinggi, angin kencang dan badai. Dalam kondisi cuaca semacam itu pelayaran niscaya terganggu dan serentak memperlambat distribusi barang ke wilayah NTT. 

Mengutip keterangan tertulis Pertamina, pada awal Februari 2026 terjadi insiden kapal peti kemas miring dan mengalami jatuh muatan di laut. Peristiwa

tersebut sempat mengganggu proses distribusi kapal dan peti kemas lainnya, termasuk kontainer  LPG  yang akan didistribusikan dari Surabaya ke wilayah Kota Kupang. Pertamina pun tidak menampik adanya keluhan dari masyarakat mengenai kelangkaan elpiji.

Kabar terbaru, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan pasokan LPG di Kota Kupang kini mulai stabil setelah sempat mengalami kendala distribusi akibat insiden teknis pengiriman dari Surabaya pada awal Februari. 

Area Manager Comm, Rel. & CSR, Ahad Rahedi, menegaskan penambahan pasokan telah dilakukan melalui percepatan distribusi dua kontainer tambahan pada 11 Februari 2026.

Pengiriman susulan yang dijadwalkan tiba dalam 3-4 hari ke depan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di NTT.

Harapan kita senada dengan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Jabir Marola. Marola meminta koordinasi intensif antara pemerintah daerah dengan pihak Pertamina agar kendala distribusi segera teratasi.

Dengan begitu tidak lagi membebani UMKM dan sektor rumah tangga yang membutuhkan elpiji. Kita sangat berharap pasokan LPG ke Kota Kupang segera normal dan harganya tidak melonjak.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved